Saturday, 17 November 2018

Satpol PP Berpakaian Preman Awasi Warga Buang Sampah Sembarangan

Senin, 18 November 2013 — 6:51 WIB
polpreman1811

JAKARTA (Pos Kota) – Mendukung penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah, Satpol PP membentuk tim khusus.

“Petugas ini akan ditempatkan di titik rawan pelanggaran. Seperi, pinggir kali dan jalanan, kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, Minggu (17/11).

Kukuh menyatakan kesiapannya menyebar anak buahnya berpakaian preman untuk mengawasi warga yang kerap membuang sampah sembarangan. “Kami tempatkan di lokasi yang kerap dijadikan warga untuk membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar aliran sungai.”

Pemprov DKI Jakarta melalui Perda No 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah akan menjatuhkan denda sebesar Rp500 ribu- Rp50 juta bagi warga maupun korporasi yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

JANGAN ADA KEKERASAN

Menurut Kukuh, petugas tersebut bertugas memantau dan mengawasi perilaku buruk warga. Bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, tindakan pertama diberi teguran. Jika masih membandel, warga maupun korporasi akan dijatuhi denda Rp500 ribu untuk perseorangan dan Rp50 juta untuk korporasi.

“Tentunya diperingati dan ditangkap dengan cara yang baik, jangan ada kekerasan. Nanti juga akan diserahkan ke penyidik pegawai negeri sipil yang ditunjuk Pemprov DKI untuk proses lebih lanjut,” kata Kukuh.

Menegakkan aturan tersebut, kata Kukuh, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Jadi, nilai dendanya yang menentukan pihak pengadilan. Nantinya, uang denda tersebut akan dimasukkan ke kas daerah. (john/ak)

Teks : Satpol PP tidak hanya tertibkan Kaki-5 tetapi juga akan awasi warga buang sampah sembarangan

  • UNTUNGSETIA

    DISETIAP TEMPAT/JLN HRS ADA TULISAN JANGAN MENGOTORI TEMPAT GUA,GUA KIRIM FOTONYA ,BIAR SEDUNIA LIHAT

  • simbahciputat

    kenapa masyarakat buang sampah sembarangan, karena pemerintah tidak memfasilitasi tempat buang. coba lihat dari tingkat rt, adakah disediakan tempat pembuangan, hanya bisa melarang itu jangan, tetapi juga tunjukkan tempat yang benar.