Saturday, 17 November 2018

Dua Saksi Mangkir, Kasus R. Soeprapto Tersendat

Selasa, 19 November 2013 — 20:34 WIB
Kejakgung-n

JAKARTA (Pos Kota) – Penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang atas nama pegawai Pemkot Jakarta Selatan Raden Suprapto tersendat, sebab dua saksi tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Agung tanpa alasan.

“Kedua saksi adalah Alexander Sukanta, Mantan Kepala Departemen Facility Development and General Service,  Joni Setiono (Kepala Departemen Facility Development and General Service). Mereka  tidak memenuhi panggilan tanpa ada alasan,” kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi di Kejagung, Selasa.

Menurut Untung, tim penyidik segera menjadwal ulang, untuk menggil kedua orang saksi, sehingga jadwal penyelesaian kasus RD dapat dituntaskan dan dilimpahkan ke pengadilan.

Raden Suprapto yang menjabat Kasie Suku Dinas Tata Ruang Pemkot Jakarta Selatan Raden Suparpto ditetapkan sebagai tersangka sesuai  surat perintah penyidikan No: Print-103/Fd.1/10/2013,  4 Oktober 2013.

Penetapan ini   terkait dugaan pemebrian izin IMB (Izin Mendirikan Bangunan), pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD) dan dugaan pencucian uang antara 2004 sampai 2012.

Saat itu, dia menjabat sebagai Staf tata Usaha Suku Dinas Tata Ruang Pemkot Jakarta Selatan maupun sebagai Kasie Tata Ruang Kecamatan Tebet, Pemkot Jakarta Selatan.

Dalam periode 2004 sampai 20012 Dia   diduga memungut tarif perizinan di luar ketentuan, mulai Rp225 ribu hingga Rp1,8 miliar, sehingga ditaksir puluhan miliar rupiah dikantongi. (ahí/d)