Hitungan BPK: Kerugian Negara Mencapai Rp.3 Miliar

Rabu, 20 November 2013
tax_filing

SERANG (Pos Kota) – Hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kerugian keuangan negara untuk dua kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Ditreskrimsus Polda Banten telah diketahui.

Hanya saja, BPKP masih merahasikan jumlah kerugian negaranya karena alasan persoalan administrasi.

Dua kasus tersebut yaitu proyek prasarana pengendali banjir Sungai Ciujung, di Kp Palembangan, Ds Dukuh, Kec. Kragilan, Kabupaten Serang, senilai Rp32,39 miliar dan dugaan korupsi proyek pembangunan sarana-prasarana sodetan di Cibinuangeun, di Kp Burunuk, Ds Sukamanah, Kec. Malingping, Kabupaten Lebak Rp19 miliar APBN tahun 2011.

“Kerugian negara dua kasus dugaan korupsi sudah keluar. Hanya saja, kita belum dapat menyebutkan hasil perhitungan kerugian negara (PKN) tersebut. Karena Polda Banten belum secara resmi menerima laporan dari BPKP,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Wahyu Widada, dikonfirmasi Rabu (20/11).

Wahyu menjelaskan, setelah PKN resmi sudah diterima, pihaknya segera melengkapi berkas untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan. “Nanti kalau sudah ada resminya kami lengkapi berkasnya, kemudian gelar perkara dan setelah itu kita limpahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

Sementara, informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya menyebutkan, kerugian negara untuk perkara Sodetan Cibinuangeun diperkirakan mencapai Rp3 miliar dari proyek senilai Rp19 miliar.

Sedangkan kasus Ciujung belum diperoleh informasi mengenai nilai kerugian negaranya.

Untuk diketahui, prasarana Ciujung merupakan proyek didanai APBN 2012 senilai Rp32,39 yang mulai diselidiki karena diduga terdapat penyimpangan karena pelaksanaan proyek diduga tidak sesuai dengan kontrak, mulai dari waktu sampai spesifikasi. Pembayarannya juga telah 100 persen, padahal pekerjaan baru sekitar 60-70 persen. Dalam kasus tesebut Polda menetapkan dua tersangka yakni yakni yakni DD pejabat BBWSC3 selaku PPK, dan IJ selaku manager wilayah IV pada PT Wijaya Karya (pelaksana).

Sebelum Ciujung, Polda terlebih dulu mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sarana-prasarana sodetan di Cibinuangeun, di Kp Burunuk, Ds Sukamanah, Kec. Malingping, Kabupaten Lebak Rp19 miliar APBN tahun 2011.

Diduga anggaran proyek Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian tahun 2011 senilai Rp 19 miliar itu  diselewengkan miliaran rupiah. Penyelidikan itu dimulai sejak Mei 2012.

Dua tersangka sudah ditetapkan, yaitu pejabat pembuat komitmen (PPK) dari BBWSC3 berinisial DD dan Direktur PT DAU berinisial YS selaku pelaksana proyek. (haryono/d)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.