KRL Akan Sampai ke Cikarang

Rabu, 20 November 2013 — 15:14 WIB
bekasi

BEKASI (Pos Kota) – Masyarakat pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) di Kabupaten Bekasi, berharap pekerjaan pembuatan sarana penunjang KRL hingga Cikarang ,segera rampung, “Mudah-mudahan cepat dinikmati warga,” ujar H Amirullah, warga Pasar Cikarang.

Dia mengakui selama ini rangakaian kereta yang membawa warga Cikarang dan sekitarnya ke Jakarta hanya dua kali dalam sehari, pagi dan siang, “Kalau kendaraan umum, macetnya minta ampun,” cetus pedagang soto Lamongan ini.

Pengamatan Pos Kota, sejak Senin lalu ada pengukuran dan rencana menambah 600 tiang listrik yang akan memasok aliran ke KRL, mulai dikerjakan pihak kontraktor untuk persiapan elektrifikasi jalur lintasan kereta api antara Stasiun Bekasi dengan Stasiun Cikarang.

“Tahun 2016 mendatang KRL dapat dilayani dari Manggarai ke Cikarang dan sebaliknya,” kata Sub Kontraktor Mitsubshi Sumitomo Join Operation dari PT Densha, Suryanto, dalam siaran pers PT KAI.

Ia menambahkan, pemasangan 600 tiang listrik dengan 400 Kwh serta instalasinya sudah mulai dikerjakan dengan jarak 17 KM yang menghubungkan Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang, melintasi Tambun, Cibitung dan berakhir di Cikarang. “Proses konstruksi sempat tertunda selama setahun, akibat proses perizinan yang belum selesai. Namun dipastikan tahun 2016 masyarakat sudah bisa menikmatinya,” lanjut Suryanto.

Tahap uji coba akan dilakukan pada Februari 2015, sedangkan untuk pengoperasian secara penuh akan dilaksanakan bulan Agustus 2016

INVESTASI 8,3 TRILIUN

Sementara itu, pengoperasian KRL hingga Stasiun Cikarang, berkaitan dengan program “double-double-track” Manggarai-Cikarang yang terdiri atas Manggarai-Bekasi (18 kilometer) dan Bekasi-Cikarang (17 kilometer) dilaporkan memiliki nilai investasi Rp8,3 triliun.

Program Manggarai-Cikarang itu terbagi atas empat paket, yaitu pembangunan “double-double-track” dan stasiun antara Manggarai-Jatinegara (Paket A), elektrifikasi Bekasi-Cikarang dan sistem persinyalan Bekasi-Jatinegara (Paket B1), modernisasi stasiun antara Jatinegara-Bekasi dan pembangunan Depo Cipinang (Paket B2-1), serta pembangunan “double-double-track” antara Jatinegara-Bekasi (Paket B2-2).

“Dahulu seluruhnya dibiayai dengan pinjaman dari JICA (Lembaga Kerja Sama Internasional Jepang), tetapi karena proses yang begitu panjang sehingga alokasi untuk ‘double-double track’ tidak mencukupi lagi, karena itu ada beberapa paket yang dibiayai JICA dan sebagian lagi dari dana APBN,” jelas Suryanto. (saban)

  • UNTUNGSETIA

    8,3t :35km=+/-=250 juta utk double track?

Terbaru
Terpopuler
Rabu, 26 November 2014 — 13:56 WIB
Film
Rabu, 26 November 2014 — 13:41 WIB
Jakarta
Rabu, 26 November 2014 — 13:40 WIB
Ekonomi
Rabu, 26 November 2014 — 13:37 WIB
Politik
Rabu, 26 November 2014 — 13:34 WIB
Peristiwa
Rabu, 26 November 2014 — 13:30 WIB
Politik
Rabu, 26 November 2014 — 13:29 WIB
Atlet Peraih Medali Asian Games
Menpora Beri Bonus Sebesar Rp12 Miliar
Lainnya
Rabu, 26 November 2014 — 13:27 WIB
Politik
Rabu, 26 November 2014 — 13:23 WIB
Hankam
Rabu, 26 November 2014 — 13:14 WIB
Jabar