Puluhan Dokter Demo di IDI

Rabu, 20 November 2013 — 16:06 WIB
mukde2011

MENTENG (Pos Kota) -Puluhan dokter demo di depan kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jalan Samratulangi, Menteng, Jakpus, Rabu (20/11) siang.

Pada aksi pukul 10:30, sejumlah dokter dari berbagai rumah sakit itu demo sebagai ungkapan solidaritas atas dipidanakannya rekan mereka, dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani atas tuduhan malpraktek April 2010 di salah satu rumah sakit Manado.

Sekitar seratus dokter berorasi di depan kantor IDI, mereka mengenakan seragam dokter warna putih dan membentangkan spanduk berisi penolakan kriminalisasi dokter serta satu unit meja yang telah dilumuri betadine diletakkan di depan massa aksi.

“Kita mengingatkan dengan tegas kepada PB IDI agar segera memberikan tim hukumnya agar persoalan ini tidak menjadi kronis,” ujar koordinator aksi, dokter Iqbal di depan kantor IDI.

Iqbal mengancam pihaknya akan terus melakukan aksi jika dokter Ayu tidak dibebaskan. Sebab menurutnya penangkapan dokter Ayu merupakan bukti kriminalisasi dokter.”Tadi kita sudah ketemu PB IDI. Katanya mereka sudah kirim tim hukumnya untuk mengadvokasi ini,” ucapnya.

Ratusan dokter yang melakukan aksi demo juga mengancam akan mogok kerja jika kasus dokter Ayu tidak segera diselesaikan. Dokter Ayu diputuskan bersalah oleh Mahkamah Agung atas kasus malpraktik tiga tahun lalu di Manado. Ia sudah divonis 8 November lalu di PN Menado dengan tuntutan 10 bulan penjara.(Silaen)

  • wong komen

    menjadi dokter adalah tugas mulia, bahkan banyak orang yang bercita-cita menjadi dokter, entah ingin sekedar mengangkat derajat keluarga dengan profesi bergengsi atau benar2 tulus untuk sebuah pengabdian, namun yang paling penting menjadi dokter pantang menolak pasien dan meninggalkan pasien dalam kondisi sekarat, maka itu, pekerjaan dokter tidaklah sama dengan profesi lainnya, sebagai dokter jika memang karena panggilan jiwa untuk menolong sesama, maka tidak ada kata mogok kerja, apapun alasannya karena menyangkut nyawa oranglain, meskipun ada kasus hukum yang menjerat sesama dokter, biarkan ranah hukum bekerja, nantipun jika tidak bersalah dokter tsb akan bebas juga….ingatlah ungkapan bahwa sebagian kuasa ALLOH/Tuhan ada di diri para dokter, seseorang bisa sehat atau sembuh karena pertolongan ALLOH melalui tangan dokter….tetap bekerjalah para tangan-tangan Tuhan (dokter)…