Tuesday, 25 September 2018

Tersangka Kasus Pencucian Uang

Kejagung Belum Tahan PNS Pemkot Jaksel

Kamis, 21 November 2013 — 4:52 WIB
index

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung memeriksa maraton PNS Suku Dinas Tata Ruang Pemkot Jakarta Selatan Raden Suprapto terkait kasus tindak pidana pencucian uang sejak pukul 10. 00 di gedung Bundar, Rabu

Namun hingga pemeriksaan usai, Rabu petang sekitar pukul 17. 00, Kasie suku Dinas Tata ruang ini tidak ditahan, dengan dalih baru pemeriksaan pertama dan dia masih dijadwal diperiksa di lain waktu. Padahal ini, kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) pertama yang ditangani oleh Kejagung.

“Tentu, tim penyidik memiliki pertimbangan, baik subyektif maupun obyektif. Sebaiknya, kita tunggu saja. Yakinlah, Pimpinan Kejaksaan sangat komit dalam pemberantasan korupsi,” kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi di Kejagung, Rabu.

Raden Suprapto kini dikenakan pencegahan berpergian ke luar negeri (Cegah) yang berlaku selama enam bulan dan dapat diperpanjang selama enam bulan kemudian.

Sebelum ini, tim sudah memeriksa para saksi, namun beberapa diantaranya belum memenuhi panggilan tanpa alasan, seperti Alexander Sukanta, Mantan Kepala Departemen Facility Development and General Service dan Joni Setiono (Kepala Departemen Facility Development and General Service).

PULUHAN MILIAR RUPIAH

Penetapan Raden sebagai tersangka sesuai surat perintah penyidikan No: Print-103/Fd.1/10/2013, 4 Oktober 2013 terkait pemberian izin IMB (Izin Mendirikan Bangunan), pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD) dan TPPU antara 2004 sampai 2012.

Saat itu, dia menjabat sebagai Staf tata Usaha Suku Dinas Tata Ruang Pemkot Jakarta Selatan maupun sebagai Kasie Tata Ruang Kecamatan Tebet, Pemkot Jakarta Selatan.

Dalam periode 2004 sampai 20012 Dia diduga memungut tarif perizinan di luar ketentuan, mulai Rp225 ribu hingga Rp1,8 miliar, sehingga ditaksir puluhan miliar rupiah dikantongi. (ahi/bu)