Sunday, 15 September 2019

Pesan 10 Mobil Untuk Uang Muka, Rp.180 Juta Raib

Kamis, 21 November 2013 — 23:45 WIB
Pos Polisi

BOGOR (Pos Kota) – Seorang pengusaha tertipu saat hendak mengorder sepuluh mobil Isuzu Panther. Selain mobil pesanan yang tak kunjung dikirim, uang muka sebanyak Rp180 juta raib.

Merasa ditipu dan pelaku tidak memiliki niat baik, korban Christine Dewi Mulyadi,  38, lalu melapor ke Mapolres Bogor Kota.

Dalam laporannya, korban warga Jalan Sanjaya VIP RT 05/06 Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor ini, meminta agar polisi menangkap orang yang menipunya.

Data yang dihimpun, awal kesepakatan pembelian sepuluh unit mobil ini, sudah berlangsung kurang lebih satu tahun. Saat itu korban mempercayakan uang Rp180 juta kepada Hety Gunarty, guna melakukan pembelian mobil baru.

Uang ratusan juta ini diserahkan korban kepada pelaku di Bank BCA Cabang Juanda Kota Bogor.

Seiring berjalannya waktu, mobil pesanan tidak juga dikirim. Sementara kebutuhan operasional perusahaan sangat urgent, korban lalu bertanya ke pelaku.

“Karena jawabannya tunggu, karena masih proses, saya percaya. Namun lewat sebulan, pelaku semakin susah dihubungi,” kata Christine kepada penyidik.

Berselang kurang lebih enam bulan, korban bertemu pelaku. Saat itu, pelaku mengaku, jika pengajuan pembelian sepuluh mobil ditolak leasing, karena kurang administrasi.

“Begitu dia bilang permohonan pembelian mobil ditolak, saya tanya mana uang muka. Dia bilang, akan dikembalikan. Setelah itu pelaku menghindar terus,” paparnya.

Antara korban dan pelaku kembali bertemu. Saat itu, korban memaksa uang Rp180 juta sebagai uang muka pembelian mobil dikembalikan. Pelaku yang sudah tidak lagi menghindar, lalu mengaku, jika uang tersebut sudah dipakai.

“Kesal dan marah karena menjadi korban penipuan, saya lapor polisi saja. Saya minta pelaku cepat ditangkap, sebelum ia menipu lagi korban berikutnya,”pinta Christine dihadapan penyidik.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Viktor Gatot HS mengungkapkan, pelaku akan dilayangkan surat panggilan sesuai alamat yang ada. “Sedang dalam penyelidikan,”kata Kompol Viktor. (yopi/d)