Tuesday, 20 November 2018

Sarnadi Adam, Pelukis Betawi, Gelar Pameran di Hotel Sultan

Rabu, 27 November 2013 — 19:14 WIB
Menatap Masa Depan-n

SARNADI  Adam adalah seniman Betawi yang langka. Dia mendalami bidang senirupa, yang jarang dipilih warga asli Betawi, dimana karya-karyanya telah menembus gedung pameran lukisan di Den Haag- Belanda, Luxemburg, Belgia, bahkan Boston dan New York di Amerika Serikat.

Cokek Pulang Kampung-330

Seniman kelahiran Simprug, Agustus 1957 ini, memilih corak dekoratif untuk mengekaspresikan karya artistiknya, dengan obyek lukisan panorama Betawi masa lalu, Simprug semasa masih berupa sawah, lengkap dengan berbagai ikonnya, delman, dan penari  cokek, pemandangan di kampung, pasar, kegiatan warga desa, dll.

Kebetawian Sarnadi yang langka terasa lengkap, karena dia bukan seniman yang hanya mengandalkan bakat alami, melainkan juga meningkatkan ilmu akademiknya. Lulus sekolah tinggi senirupa Asri – Jogya, dia melanjutkan pendidikannya di institut seni yang sama, hingga menyelesaikan gelar doktoralnya.

Penari Cokek Sehabis Pentas-475

Tak heran bila Presiden RI memberikan dua penghargaan Satya Lencana Karya Satya di bidang kebudayaan pada tahun 2.000 dan tahun 2011.

Selain giat melukis, sejak 1986, Sarnadi Adam juga mengajarkan ilmunya di Jurusan senirupa di Universitas Jakarta (UNJ), aktif sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), juri berbagai lomba senirupa. Juga salahsatu juri Abang None Jakarta

Tak heran bila Dinas Kebudayaan DKI sangat membanggakan sosoknya. Dalam pameran di Hotel Sultan, Jakarta,  yang dibuka Walikota Drs. Syamsuddin Noor, Dinas Kebudayaan menghadirkan para oenari Betawi berikut iringan Gambang Kromong, untuk memeriahkan pembukaan pamerannya yang bertajuk “Betawi di Antara Nusantara 2013”.

Pameran yang dibuka Selasa malam, 26 November menampilkan karya mutakhir Sarnadi Adam yang berdampingan dengan Alex Lutfhi (Surabaya-Jatim), Syaful Adnan (Solok-Sumbar),  I Made Kanak Dwi Adnyana (Kintamani-Bali)  dan Agustan (Bone-Sulawesi).

Pameran di lobby hotel Sultan-Senayan, akan berlangsung hingga 30 November ini . – dimas