Saturday, 21 September 2019

Pelajar Bogor Pentaskan Drama Perjuangkan

Kamis, 28 November 2013 — 20:50 WIB
Drama Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Sedikitnya tiga lakon drama perjuangan dipentaskan dalam Festival Drama Perjuangan tahun 2013 yang dihelat di Gedung Wanita Jalan Sudirman Kota Bogor, Kamis (28/11/2013).

Festival drama yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor melibatkan Teater dari 10 Sekolah di Kota Bogor. Festival menarik perhatian khususnya kalangan pelajar.

Ratusan pelajar menyaksikan rekan-rekannya tampil dalam pentas drama yang dimulai sejak pagi hinga sore.

Lakon–lakon perjuangan yang dipentaskan sangat menarik, seperi lakon Gempa yang menceritakan tentang penghianatan Revolousi Bangsa.

“Kita sengaja memilih lakon berjudul Gempa yang menceritakan penghianatan Revolusi Bangsa, agar kita senantiasa waspada terhadap para penghianat bangsa,“kata Dimas Sutradara dari Gempa.

Lakon Gempa dipentaskan oleh Teater Air, SMA Negeri 9 Bogor. Cerita berdurasi 30 menit merupakan cerita yang cukup menarik. Selain menceritakan soal perjuangan merebut kemerdekaan.

Lakon ini juga sarat dengan pesan agar waspada terhadap para penghianat bangsa.

Selain Gempa, tak kalah menariknya dalam Festival Drama Perjuangan kali ini dipentaskan, Fajar Sadiq, dan Sang Komandan. “Saya sangat senang main dalam Drama Perjuangan, karena ini merupakan yang ditunggu-tunggu, “ kata Dina Fitria salah satu siswa SMA Negeri 9 Kota Bogor yang tergabung dalam Teater Air.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan pada Disbudpar Kota R Susilawati  mengatakan, Festival Drama Perjuangan merupakan  bagian pembinaan terhadap generasi pemuda Kota Bogor khususnya yang tergabung dalam kelompok kelompok teater yang berada dilingkup sekolah.

Susi menjelaskan, festival kali ini diikuti 10 Teater dari 10 SMA dan SMK se Kota Bogor.

Ke sepuluh tersebut yaitu SMAN 6, SMK Permata, SMAN 9, SMK Wikrama, SMAN 10, SMAN 5, SMA Rimba Mulya, SMA Budi Mulya, dan SMK Bina Informatika.

Ia berharap kegiatan ini akan memberikan motivasi bagi para pelajar dalam  berkarya dibidang  teater, menumbuhkan cinta kebangsaan terhadap tanah air Indonesia dan bisa menghormati hasil-hasil perjuangan dari para tokoh-tokoh pembela  tanah air di Republik ini,”ungkapnya.

Selain itu, tambah Susi, melalui Festival Drama Perjuangan, selain ingin memberikan ruang beraktivitas bagi para siswa SMA dan SMK juga dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai kepahlawanan bagi generasi muda yang sekarang sudah mulai luntur. (yopi/d)