Wednesday, 17 July 2019

Penerimaan Masyarakat Terhadap Nuklir Makin Membaik

Kamis, 28 November 2013 — 20:22 WIB
Kepala Batan-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pemahaman dan penerimaan masyarakat Indonesia terhadap nuklir terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Hasil jajak pendapat pemanfaatan iptek nuklir yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir (BATAN) secara nasional tahun 2013, menyebutkan bahwa 77,5% masyarakat Indonesia setuju pengembangan iptek nuklir.

Dari angka tersebut, 60,4% diantaranya setuju untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Itu artinya bahwa sebenarnya masyarakat kita tahu bahwa nuklir itu sangat dibutuhkan sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan pasokan listrik saat ini dan masa mendatang,” papar Kepala BATAN Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto, Kamis (28/11).

Dikatakan Djarot hasil jajak pendapat ini penting untuk menjadi masukan bagi pemerintah, apakah teknologi nuklir bisa segera dibangun atau tidak.

Mengingat tingkat konsumsi tenaga listrik terbanyak ada dipulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali maka jajak pendapat juga lebih banyak melibatkan masyarakat diwilayah tersebut.

“Daerah-daerah inilah yang nantinya akan mengonsumsi listrik dari PLTN,” lanjut Djarot.

Sedangkan jajak pendapat pada tingkat wilayah Jawa Madura dan Bali (Jamali) pada tahun ini menyebut sebanyak 75% setuju terhadap pengembangan iptek nuklir (PLTN), 58,4% untuk kesehatan, 44,6% peternakan, dan 47% pangan.

Menurut Djarot Ini adalah jajak pendapat yang ketiga kalinya dilakukan oleh BATAN dengan bantuan PT. Iconesia Solusi Prioritas. Melibatkan 4000 responden yang berasal dari 34 propinsi, dengan rentang usia  di atas 15 tahun atau sudah menikah. Teknik yang digunakan yaitu desain multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95%.

Meski hasil jajak pendapat cukup menggembirakan, Djarot tidak bisa menjamin bahwa hasil jajak tersebut akan mempercepat keputusan pemerintah untuk merealisasikan proyek PLTN. Mengingat 2014 merupakan tahun politik sehingga para pengambil keputusan lebih fokus pada hiruk pikuk pemilu. Jadi dipastikan isu-isu nuklir tenggelam oleh isu-isu politik.

“Tetapi jika masyarakat konsisten setuju terhadap perkembangan iptek nuklir, khususnya PLTN, saya yakin pemerintah akan segera go nuklir. Terlebih sebanyak 54,2% masyarakat setuju PLTN karena kerap mengalami pemadaman listrik bergilir,” ungkapnya.

Djarot menyakini hal itu karena Presiden sudah mengintruksikan agar melakukan sosialisasi pengembangan energi nuklir untuk mencapai pemahaman yang utuh. Dalam UU no 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang juga disebutkan energi nuklir berpartisipasi dalam program global terkait perubahan iklim dan pemanasan global. (Inung/d)

foto: Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto. (Inung)