Thursday, 15 November 2018

Gara-gara Ruhut, Partai Demokrat Dituding Rasis

Minggu, 8 Desember 2013 — 21:02 WIB
Ruhut-PD

JAKARTA (Pos Kota) – Karena berprilaku  rasis yang  dilakukan Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada pengamat politik, Boni Hargens saat talk show di TV One beberapa waktu lalu maka,  Partai Demokrat dianggap partai rasis.

Terkait itu, para aktifis pun  meminta partai Demokrat  dicoret dari keikut- sertaan sebagai peserta pemilu.

“Kita pastikan partai Demokrat sebagai partai rasis, dan kita menolak partai Demokrat untuk ikut pemilu 2014,” ujar Boni Hargens, saat Deklarasi Gerakan Anti Diskriminasi (Granad), di Galeri Cafe TIM,  Cikini, Jakarta, Minggu (8/12).

Secara tegas, Boni meminta Ruhut untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada publik. Prilaku  rasisnya dianggap tidak  saja menyerang dirinya secara pribadi, tapi etnis yang berbeda.

Setelah resmi melaporkan Ruhut ke kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, kini pihaknya bakal mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta Ruhut dicoret sebagai peserta pemilu legislatif.

“Kami juga akan mendatangi KPU untuk mencoret Ruhut dari pencalonan sebagai calon anggota lgislatif karena melakukan tindakan rasis,” tegas Boni.

Menyikapi aksi rasisme Ruhut ini, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Granad telah melaporkan ke berapa lembaga, antara lain, Polda Metro, Komnas HAM, berikutnya ke KPU dan rencana aksi demonstrasi ke Kantor DPP Demokrat.

Peneliti Senior Indonesia Publik Institue, Karyono Wibowo, yang ikut mendeklarasikan Granad sangat kecewa dengan prilaku anggota DPR RI itu.

Sebab katanya, stemen Ruhut  itu melanggar Pancasila sebagai azas negara.

“Pernyataan Ruhut itu sangat bertentangan dengan persatuan Indonesia.  Prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial,” kata Karyono geram.

Selain itu, Karyono juga siap bersama Granad untuk ke KPU agar Ruhut dicoret jadi Caleg Demokrat dari Dapil I Sumatera Utarta. (Rizal/d)

  • Rudi Maliki

    kalo Ruhut (Demokrat)berbicara ramai, tapi kalo partai lain menyerang / menunyudutkan demokrat diam. sampai2 menyerang/memfitna sby. dasar pengamat kampungan.

    • wong

      siapa bilang PD diam saja kalo disudutkan, terlalu banyak kasus2 yg dialami PD, selain ruhut, ada Nurhayati menyerang Jokowi & kasus2 politisi PD lainnya, ditambah berbagai kasus korupsi, mulai pejabat daerah, politikus sampai orang2 kesayangan SBY ikut telibat korupsi juga…..seharusnya PD berterimakasih kepada orang2 mengkritik-nya artinya masih ada yg perhatiannya agar bisa berubah, bukan malah mendiskriminasi atau mengejek orang2 yg mengkritiknya….ini demokrasi bung, katanya PD titisan AS sang dewa demokrasi, tapi kok masih diskriminatif?

    • semprul

      liat juga bagaimana sikap murka SBY terhadap LHI, hingga jumpa pers, diliput media & ditonton jutaan pemirsa hanya untuk menyatakan LHI pembohong 1000%-3000%, normalnya kan cuma 100%….ini sama saja dengan mendeskreditkan & mengintervensi pengadilan & menghujam karakter orang tertentu, makanya gak heran kalau anakbuah-nya kayak bung ruhut begitu, bisa seenaknya menghina oranglain…..