Sunday, 18 August 2019

Festival Kraton Tembus Ajang Internasional

Rabu, 11 Desember 2013 — 16:41 WIB
Festival Kraton01

GAMBIR (Pos Kota) – Festival Keraton Sedunia yang digelar Pemprov DKI Jakarta, diharapkan dapat menembus ajang internasional.

Festival Kraton02

Hajatan itu didukung berbagai elemen masyarakat Persaudaraan Suhu-Suhu se-Nusantara (PSSN), Forum Keluarga Paranormal dan Pengobatan Indonesia (FKPPI), Forum Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) dan lainnya.

Dengan digelarnya hajatan tersebut menunjukkan Pemprov DKI Jakarta menghormati eksistensi kerajaan di nusantara, sebagai cikal bakal terbentuknya NKRI.

“Diharapkan festival tidak berhenti di sini, tapi bisa ‘go international’,” ujar KRT AJM Andi Hakim, SH,  Ketua Umum Pengurus Besar PSSN yang mengerahkan ratusan suhu dan paranormal pada puncak acara Kirab Budaya di Monas, kemarin.

Kirab Budaya yang merupakan puncak acara Festival Keraton Sedunia sangat menyedot perhatian masyarakat.

Pada acara arak-arakan mengitari Taman Monas, Andi Hakim selaku Ketua Harian FOBI DKI Jakarta juga mengerahkan barongsai kelas dunia.

“FOBI menampilkan barongsai yang merebut lima medali pada Kejuaraan Barongsai Sedunia di China,” kata Andi Hakim yang dikenal sebagai pengacara.

“Prestasi barongsai meningkat pesat setelah dibina Wakil Ketua Umum FOBI Bapak Kuncoro, pengusaha sukses PT Kawan Lama.

“Kami berharap agar Gubernur DKI Jakarta Bapak Joko Widodo bersedia menjadi pembina FOBI sebagaima yang telah dilakukan Pangdam Jaya dan Kajati DKI Jakarta,” harap Andi Hakim.

Pada kesempatan ini ia banyak memberikan masukan kepada Panembahan Agung Tedjowulan, Maha Menteri Keraton Surakarta Hadiningrat selaku ketua panitia Festival Keraton Sedunia. Diharapkan pada kesempatan mendatang, keraton dari Yogyakarta yakni Kasunanan Hamengku Buwono dapat turut bergabung memeriahkan acara.

Pada pertemuan itu, Tedjowulan berpesan kepada Andi Hakim agar tetap mempertahankan paguyuban Cahya Buwana 1610 yang telah ditinggalkan ketuanya karena telah tutup usia.

“Cahya Buwana yang berpusat di Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah, agar terus melakukan berbagai kegiatan yang erat hubungannya dengan keraton, sambil menunggu ketua baru,” kata Tedjowulan kepada Andi Hakim selaku penasihat paguyuban tersebut. (Joko/d)