Monday, 24 September 2018

Siswa 140 SMA Dilarang Ikuti SNMPTN Undangan

Rabu, 11 Desember 2013 — 23:03 WIB
rangsiswa1112

JAKARTA (Pos Kota)- Terindikasi melakukan kecurangan, 140 sekolah (SMA/SMK/MA) dilarang mengikutisertakan siswanya pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2014.

Indikasi kecurangan tersebut jelas Ketua Panitia SNMPTN Ganjar Kurnia tercium saat siswa asal 140 sekolah tersebut yang diterima pada SNMPTN melakukan pendaftaran ulang.

“Ternyata antara raport yang dilaporkan melalui sistem online dengan raport asli berbeda nilainya. Jadi ada penggelembungan nilai raport,” jelas Ganjar didampingi Rektor IPB Ahmaloka yang bertindak sebagai ketua panitia SNMPTN tahun 2013 pada peresmian SNMPTN 2014, Rabu malam (11/12).

Terhadap sekolah yang melakukan kecurangan tersebut, panitia SNMPTN 2014 sepakat untuk mendiskualifikasi atau mencoret hak ikut SNMPTN.

Meski ada indikasi melakukan kecurangan, Ganjar mengatakan panitia SNMPTN 2013 akan segera melakukan verifikasi. Jika pada verifikasi tersebut ternyata dugaan kecurangan tidak terbukti, maka sekolah tersebut akan tetap diijinkan mengikuti SNMPTN 2014.

Kasus kecurangan pada proses SNMPTN diakui Rektor ITB Ahmaloka juga ditemukan pada SNMPTN 2012. Panitia mengindikasikan 100 sekolah melakukan kecurangan. Tetapi setelah diverifikasi, hanya 20 sekolah yang terbukti melakukan kecurangan dan 7 diantaranya akhirnya ‘diampuni’ setelah bupati/walikotanya memecat kepala sekolah yang bersangkutan.

SNMPTN tahun 2014 rencananya diikuti oleh 63 PTN dengan jumlah kursi sekitar 150 ribu. Pelaporan data berupa pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) akan dibuka mulai 6 Januari hingga 6 Maret 2014, disusul pendaftaran 17 Februari-31 Maret, proses seleksi 1 April-26 Mei dan pengumuman hasil seleksi 27 Mei 2014.

Diperkirakan jumlah sekolah yang akan mengikuti SNMPTN 2014 sekitar 14 ribu terdiri atas SMA/MA/SMK.

Mendikbud M Nuh menjelaskan bahwa SNMPTN menjadi salah satu dari tiga bentuk seleksi masuk PTN yang sangat akurat hasilnya. Karena itu ia sangat mengharapkan seleksi ini akan terus dipertahankan dan semakin banyak PTN yang berpartisipasi.

“Setiap tahunnya ada 2 juta siswa yang lulus SMA, dan itu harus kita kasih akses luas untuk melanjutkan ke PTN,” jelas Nuh.

Mendikbud mengakui selama ini ada sebagian lulusan SMA yang terkendala melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena kendala biaya dan kendala geografis. Dua kendala tersebut saat ini terus dicoba untuk dikurangi. Kendala sosial ekonomi diatasi antara lain dengan program bidikmisi dan kendala geografis dengan menggandeng PT Pos sebagai penyedia jaringan internet diseluruh wilayah Nusantara. (Inung)

  • Maknyus

    PENIPUAN YANG AMAT SANGAT LUAR BIASA NIADAB!!!!! Siswa lain yang sesungguhnya berhak masuk menjadi hilang haknya gara-gara syetan iblis laknat tersebut.