Sunday, 21 July 2019

Jaksa Agung: Usut Tuntas Panyalahgunaan Pajak

Sabtu, 14 Desember 2013 — 17:31 WIB
arif2

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung tidak berhenti menuntut kepada
Suwir Laut, namun kepada sembilan tersangka lainnya terkait kasus
dugaan penyalahgunaan pajak oleh Asian Agri group (AAG) sekitar Rp1,25 triliun akan dituntaskan.

“Pada prinsipnya, kalau berkasnya tidak lengkap, kenapa harus kita
terima ? Kalau sudah lengkap, secara materiel dan formiel dan kita
bisa pertanggungjawabkan, bari kita limpahkan ke pengadilan,” kata
Jaksa Agung Basrief Arief di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, Basrief meminta berkas sembilan tersangka beradanya di mana sekarang, karena Kejagung tidak akan menerima berkas perkara yang tidak lengkap, secara materiel maupun formil.

“Yang bertanggungjawab itu jaksa penuntut umum (JPU) di pengadilan.
Jangan sampai, kita mengajukan berkas perkara yang tidak lengkap, lalu
dibebaskan pengadilan. Siapa yang bertanggungjawab,” terang Basrief.

EDDY dan LINDA

Berkas perkara sembilan tersangka ini disidik oleh penyidik pegawai
negeri sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) Pajak,
Kementerian Keuangan dan beberapa waktu lalu diserahkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Kejagung.

Namun, karena belum lengkap, baik aspek materiel maupun formil,
akhirnya dikembalikan oleh Kejagung ke Ditjen Pajak, guna diperbaiki,
tapi sampai sekarang belum dilengkapi dan diserahkan ke Kejagung
kembali.

Berkas perkara ini bagian dari perkara Suwir Laut (eksekutif AAG),
yang saat itu terkendala untuk dituntaskan, sehingga Satgas
Pemberantasan Mafia Hukum meminta memprioritaskan berkas Suwir Laut, Linda Rahardja dan Eddy Lukas.

Faktanya, hanya berkas Suwir Laut yang diajukan ke meja hijau dan
dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, tapi kandas pada
tahapan kasasi, 18 Desember 2012 dan dipidana dua tahun dengan masa
percobaan tiga tahun dan membayar uang pengganti sebesar Rp2,5
triliun. (ahi/yo)