Wednesday, 24 October 2018

Kemenkum Ham Kirim Tim Usut Rusuh di Lapas Palopo

Sabtu, 14 Desember 2013 — 19:02 WIB
cakrawala1412

JAKARTA (Pos Kota) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM akan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam kasus kerusuhan dam pembakaran Lapas Kelas II A, Sulawesi Selatan, Sabtu siang.

“Kita segera menurunkan tim, guna menyelidiki tentang terjadinya kasus tersebut, agar dapat diketahui kejadian yang sebenarnya,” kata Juru bicara Ditjen Pemasyarakatan (Pas) Akbar Hadi
Prabowo kepada Pos Kota, Sabtu sore.

Dia belum dapat memastikan penyebab terjadinya kerusuhan dan kemudian pembakaran ruang sel Lapas Palopo. Namun, Akbar melihat faktor over capasity (kelebihan kapasitas) bisa jadi menjadi salah satu faktor pendorong.

“Untuk jelasnya, tentu kita akan tunggu laporan dan hasil penyelidikan tim. Yakinlah, kami selalu berusaha keras dan maksimal untuk mencegah terjadinya kerusuhan tersebut. Pastinya, siapapun yang terlibat akan ditindak tegas,”tegasnya.

Lapas Kelas II A Palopo dihuni sebanyak 284 orang. Sedangkan kapasitas huniannya diperuntukan bagi 250 orang.

PEMERIKSAAN

Menkumham Amir Syamsuddin menjelaskan awal kasus Lapas Palopo ketika Kalapas Sri Pamudi memeriksa keliling di sel isolasi, namun saat bersamaam seorang warga binaan meloncat pagar pembatas sel dan langsung memukul leher kanan kepala Kalapas dan langsung pingsan.

“Setelah itu, dia memprovokasi warga binaan lainnya guna melakukan perbuatan anarkis (kekerasan), mulai pengerusakan sampai pembakaran ruang-ruang hunian dan kantor Lapas Palopo,” kata Amir kepada wartawan di Jakarta.

Namun, lanjut Amir, kerusuhan lebih lanjut dapat dihindari setelah bala bantuan dari Polri dan TNI serta kedatangan Pemadam Kebakaran. Sekitar pukul 14. 00 WITA, api sudah dapat dipadamkan dan narapidana kembali ke huniannya.

Sampai saat ini diduga pelaku kerusuhan adalah Rifki alias Herman, yang juga residivis kasus pencurian. Dia sempat diusulkan untuk dipindahkan ke Lapas Makasar, namun belum sempat terealisir. Tercatat, dia diputus dalam dua perkara. Pertama, penahanan berakhir, Januari
2014 dan kedua, berakhir 2015. (ahi)