Friday, 21 September 2018

Ditahan Sekolah, Bazis Jaktim Tebus Ijazah 2 Siswa SMK

Senin, 16 Desember 2013 — 21:24 WIB
nymnangis1612

CIRACAS (Pos Kota) – Enam bulan ijazah anak ditahan pihak sekolah, dua orangtua murid menangis saat ditebus Bazis Jakarta Timur, Senin (16/12). “Saya sudah ke mana-mana. Alhamdulillah dibantu Bazis,” kata Sri Astuti, orangtua Diah Fauziyah.

Sambil menahan haru, Ibu Sri menyaksikan penebusan ijazah di SMK Mahadika 3, Ciracas, Jakarta Timur. Penebusan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Diah yang lulus sejak Juli 2013, namun belum pernah melihat ijiazahnya. Ijazah ditahan pihak sekolah karena memiliki tunggakan Rp 6.355.000.

Tunggakan itu berupa tunggakan kelas XI Rp 2.505.000, tour Jawa Bali Overland Rp 2,300.00, dan lainnya hingga mencapai Rp 6 juta lebih. “Saya sudah berusaha, tetapi belum ketutup juga sampai akhirnya numpuk,” katanya.

Padahal, anaknya Diah, saat ini tengah berusaha melamar kerja seperti jurusan yang ditempuhnya, yakni pariwisata. “Diah mau melamar ke sebuah rumah sakit, dan syaratnya harus ijazah asli. Alhamdulillah, ini berkah bagi keluarga kami,” katanya.

Disebutkan, sebenarnya dia sudah melampirkan surat keterangan tidak mampu. Suaminya, Somad, yang hanya tukang ojek, tak kuasa memenuhi kewajiban membayar biaya sekolah tersebut.

Hal senasib disampaikan Ny. Wiwi Rahmawati, ibunda Andri Yulianti, yang memiliki tunggakan sampai Rp 2,1 juta. Tunggakan ini juga menyebabkan ijazah ditahan.

DIAKUI SEKOLAH

Deni Pramudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Mahadika 3, mengakui jika ijazah dua siswa itu ditahan karena masalah admisnitrasi keuangan belum selesai. “Bagian kami (kurikulum) tidak bisa memberikan ijazah kalau dari bagian keuangan masih ada tunggakan,” katanya saat dilakukan klarifikasi oleh Ketua Bazis Jakarta Timur, Dwi Busara.

Dia juga menyebukan selama ini sudah sangat longgar dengan memberikan proses belajar yang baik meski ada tunggakan. Seperti masih bisa mengikuti ujian atau kegiatan belajar lainnya. Hanya saja, karena biaya operasional sekolah swasta adalah dari orangtua maka hanya ijazah yang bisa dijadikan jaminan.

“Lagi pula kita bisa kok memberikan keterangan lulus atau fotokopi ijazah jika dibutuhkan,” katanya.

Dwi Busara, Kepala Bazis Jakarta Timur, mengatakan bantuan yang diberikan langsung adalah demi melihat langsung kebutuhan warga sesuai dengan permohonan yang diterima. Setelah klarifikasi selesai, Dwi Busara langsung menyerahkan uang bantuan untuk membayar tunggakan.

Kasudin Dikmen Jakarta Timur, Budiana MM, mengatakan sangat memahami jika sekolah swasta yang belum terjangkau BOP mengandalkan biaya operasional kepada orangtua murid. Namun, dia selalu menghimbau agar sekolah swasta memberikan kebijaksanaan dan tidak terlalu kaku karena ijazah sangat dibutuhkan siswa. (chotim)

Teks: Dua orangtua murid di SMK Mahadika 3 Ciracas haru dan lega karena bisa mendapatkan ijazah usai ditebus oleh Bazis Jakarta Timur. (chotim)