Saturday, 20 July 2019

Indonesia Akan Alami Booming Lulusan SMA

Rabu, 18 Desember 2013 — 21:28 WIB
nuh

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia akan mengalami booming lulusan pendidikan menengah atas pada 3 atau 4 tahun mendatang. Kondisi tersebut menjadi imbas diberlakukannya kebijakan Pendidikan Menengah Umum (PMU) dimana pendidikan SMA/SMK menjadi bagian dari program wajib belajar yang didanai oleh pemerintah.

“Jumlah kelulusan sekolah menengah atas akan berlipat-lipat dibanding tahun sebelumnya. Dan itu harus diantisipasi kita sejak sekarang,” jelas Mendikbud M Nuh disela pembekalan dan pelepasan dosen penerima bea siswa unggulan, Rabu (18/12).

Antisipasi tersebut antara lain adalah dengan menyiapkan sarana prasarana di perguruan tinggi baik dari segi jumlah penerimaan mahasiswa maupun dosen pengajarnya. Disisi lain perlu juga disiapkan lapangan kerja yang lebih luas untuk tenaga kerja kelas madya (menengah).

Nuh mengatakan, penyiapan perguruan tinggi harus dilakukan mengingat jumlah lulusan SMA yang akan melanjutkan diprediksi bakal meningkat tajam. Saat ini angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi mencapai 19 persen dan diperkirakan naik menjadi 33 persen hingga 35 persen pada 2020.

Menurut Nuh, satu hal yang menjadi kendala penyiapan perguruan tinggi adalah kurangnya tenaga dosen. Dengan jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak dan terbatasnya jumlah dosen, memaksa banyak perguruan tinggi yang mengambil dosen bantu.

Karena itu, kemendikbud melalui Dirjen Pendidikan Tinggi mengadakan program bea siswa unggulan bagi lulusan S1 untuk melanjutkan ke S2 dan S3 baik perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Bea siswa unggulan ini disiapkan bagi mereka yang berminat untuk mengabdikan diri menjadi dosen tetap non PNS di perguruan tinggi yang ditunjuk pemerintah.

Dirjen Pendidikan Tinggi Joko Suyanto mengatakan meski statusnya bukan PNS, tetapi dosen tetap non PNS tersebut mendapatkan gaji lebih baik daripada dosen PNS dengan sumber pendanaan dari pemerintah pusat. Mereka juga memiliki hak melakukan penelitian, hak sertifikasi, memperoleh nomor induk dosen nasional dan hak-hak lain yang melekat pada profesi dosen setelah 6 bulan mengabdi pada perguruan tinggi yang ditunjuk.

Program bea siswa unggulan itu sendiri sudah digelar oleh Kemendikbud sejak 2011 dengan jumlah 1.200 paket beasiswa, tahun 2012 meningkat menjadi 2.300 mahasiswa dan tahun 2013 menjadi 3.600 mahasiswa. (inung/yo)