Wednesday, 24 July 2019

Timwas Century Kirim Surat Panggilan Kedua ke Boediono

Rabu, 18 Desember 2013 — 20:49 WIB
katbuku1812

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Presiden Boediono sudah mengirim surat balasan kepada pimpinan DPR, perihal ketidakhadirannya atas panggilan Timwas Century DPR, pada 18 Desember 2013. Timwas Century berencana kembali melayangkan surat panggilan kedua tahun depan, tapi harus dirapatkan dulu.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan, ada surat balasan dari Boediono, tertanggal 17 Desember 2013, tapi atas nama pribadi bukan dalam kop wakil presiden. Itu membuatnya agak terkejut, sebab DPR mengirim surat ditujukan kepada Wapres Boediono secara lembaga.

“Saya sendiri sudah membaca, suratnya bukan kop Wapres, tapi atas nama pribadi ini, bahasanya tertata apik dan baik serta menghormati lembaga DPR,” kata Priyo di DPR, Rabu (18/12). Meski Boediono tidak mengatasnakan lembaga Wapres, Priyo mengaku menghormati adanya surat balasan itu.

Dalam surat tersebut, Boediono menyatakan sangat menghormat DPR dan Timwas Century. Dikatakannya, Polri, Kejaksaan Agung dan KPK telah dan sedang menindaklanjuti rekomendasi Pansus Century tersebut. Ia juga sudah dua kali secara kooperatif memberi keterangan selaku saksi kepada KPK baik pada tingkat penyelidikan maupun tingkat penyidikan.

“Semua data, fakta, informasi dan dokumen yang terkait dengan permintaan keterangan sebagai saksi tersebut telah saya sampaikan kepada KPK,” kata Boediono seperti dalam surat yang kini beredar di kalangan wartawan politik.

Menurut Boediono, dirinya sebagai seorang yang diberi tugas sebagai pejabat negara, apalagi sebagai Wakil Presiden RI, maupun sebagai warga negara biasa, tidak ada sikap lain yang bisa saya ambil kecuali mematuhi prinsip kemandirian kekuasaan kehakiman dan kemandirian KPK sebagaimana yang telah diatur di dalam perundang-undangan.

Karena kepatuhan pada hukum itu, dia tidak mengambil langkah yang dapat mengganggu jalannya proses hukum yang sedang berlangsung. Juga sudah menjadi sikap pemerintah dibawah Presiden SBY untuk tidak akan mencampur atau melakukan intervensi atas proses hukum yang sedang berlangsung.

“Karena berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan tetap menghormati lembaga dan tugas-tugas yang dilaksanakan oleh DPR RI, saya tidak dapat memenuhi undangan rapat dengar pendapat umum dengan Tim Pengawas Bank Century sebagaimana disebut di atas,” ujar Boediono.

PANGGILAN KEDUA

Sehubungan penolakan tersebut, Timwas Century sendiri berencana akan melakukan pemanggilan untuk yang kedua kalinya kepada Boediono. “Diundang kedua kali, kalau masih sama alasannya bisa panggil paksa,” kata anggota Timwas dari Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno di DPR, Rabu (18/12).

Hendrawan menyatakan, Boediono yang tidak mau mengintervensi proses hukum kasus tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk absen dari panggilan Timwas. Sebab, Timwas hanya bertujuan meminta klarifikasi kepada Boediono. (winoto)

Wapres Boediono (angkat buku)