Monday, 26 August 2019

Pemprov DKI Kewalahan Tegakkan Aturan Larangan Merokok

Minggu, 22 Desember 2013 — 10:24 WIB
A man taps ashes off his cigarette into an ashtray overflowing with cigarette butts on a table in Ljubljana

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta kewalahan menegakkan aturan kawasan dilarang merokok. Namun, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan menurunkan tim mengawasi hotel, mal, dan pusat perbelanjaan. Selain itu juga membuka saluran telepon pengaduan.

“Kita mengakui bahwa kita kekurangan personel untuk melakukan pengawasan pergub tersebut,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Saefudin.

Hal ini disampaikan Iwan usai acara Launching Survei dan Diskusi Interaktif “Menepis Mitos Penurunan Okupansi Hotel Terhadap Implementasi Kawasan Dilarang Merokok” di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta.

Menurut Iwan, sejak 2010, seharusnya sudah tidak ada lagi kawasan merokok yang menyatu di dalam gedung di Jakarta. Hal tersebut diatur dalam Pergub 88/2010 tentang tentang kawasan dilarang merokok.

Jenis usaha yang diawasi oleh Disbudpar adalah bar, restoran, hotel tempat rekreasi hiburan, pusat kebugaran, dan bioskop. Metode pengawasan yang dilakukan adalah dengan penempelan poster, pengecekan langsung, cek ketersediaan asbak, dan sosialisasi.

“Kami juga membuka call center bagi warga yang lapor. Silakan hubungi (021) 5263921 jika masih menemukan orang yang merokok di hotel atau restoran,” ujar Iwan.

Selain kekurangan petugas, kendala lain yang dialami Disparbud DKI Jakarta adalah ketiadaan anggaran untuk pengawasan, aparat yang kurang tegas, dan peraturan yang belum jera. Namun Iwan optimis bahwa Jakarta tanpa asap rokok bisa diwujudkan sebentar lagi.

“Insya Allah 2014, Jakarta bebas asap rokok. Ini komitmen dari atas sampai bawah,” katanya. (john)