Sunday, 23 September 2018

Cermin Lingkungan Sekitar

Tawuran Pelajar di Jakarta Meningkat

Minggu, 22 Desember 2013 — 7:28 WIB
wuranjar2212

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus tawuran pelajar di Jakarta terus meningkat. Sepanjang tahun 2013 ini terjadi 112 kasus dengan menewaskan 12 siswa. Tawuran pelajar tersebut juga sudah menjalar ke daerah. “Total kasus dis eluruh Indonesia mencapai 255 kasus dengan total tewas 20 orang, terbanyak memang di Jakarta,”kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), kemarin.

Menurut Arist, peristiwa tersebut tidak bisa sepenuhnya jadi kesalahan siswa teersebut. Tetapi dipicu sejumlah faktor seperti pergaulan, lingkungan serta peran pendidik. “Tapi pendidikan di lingkungan keluarga menjadi faktor sangat penting,”tandasnya.

Komnas PA Arist mencatat, sepanjang tahun 2013 ini ada 255 kasus tawuran antarpelajar di Indonesia. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun 2012 yang hanya 147 kasus. Dari jumlah tersebut, 20 pelajar meninggal dunia, saat terlibat atau usai aksi tawuran. Selebihnya mengalami luka berat dan ringan. Sedangkan pada tahun 2013 angka tawuran pelajar di DKI Jakarta mencapai 112 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2012 lalu yang hanya 98 kasus dengan 12 orang meninggal dunia.

Menurut Arist, sikap pelajar yang bertindak kasar merupakan cermin dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu ia berharap, lingkungan sosial dapat memberikan tuntunan yang positif bagi para pelajar tersebut. Ia juga mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ada saat ini. Setidaknya ruang kreativitas bagi anak-anak usia sekolah harus tersedia agar energi pelajar tersalurkan secara positif.

Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengatakan pihaknya terus berupaya memutus rantai tawuran tersebut. Salah satu cara adalah dengan memperbanyak kegiatan siswa. “Ektrakurikuler kita perbanyak,”katanya.

Taufik meyakini hal tersebut belum cukup. “Apalagi mereka tawuran di luar sekolah. memerlukan peran banyak pihak,”katanya. (john)