Tuesday, 19 March 2019

Pengunjung Hotel Dukung Kawasan Larangan Merokok

Senin, 23 Desember 2013 — 4:16 WIB
rokok-2n

JAKARTA (Pos Kota) – Kekhawatiran para pengusaha hotel yang menyatakan penerapan  Kawasan Dilarang Merokok (KDM) akan mengurangi jumlah pengunjung,  tidak benar. Justru pengunjung hotel banyak mendukung.

“Fakta dari hasil riset menunjukkan konsumen justru mendukung KDM di hotel,” kata anggota pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, Minggu (22/12).

Berdasarkan survei yang dilakukan YLKI pada 11 hingga 23 November 2013 di 100 hotel di Jakarta, dengan melibatkan 500 pengunjung hotel sebagai responden, menunjukkan mayoritas pengunjung atau 75 persen mengetahui hotel merupakan Kawasan Dilarang Merokok.

HASIL SURVEI
    61 Persen responden terganggu kenyamanannya terhadap asap rokok orang lain.
•    18 Persen sangat terganggu
•    19 Persen responden merasa tidak terganggu
•    2 Persen responden menyatakan sangat tidak terganggu asap rokok orang lain.

Hasil survei juga menyatakan, dari 500 pengunjung hotel, 454 pengunjung atau 91 persen menyatakan tetap berkunjung, meski hotel atau restoran menerapkan Kawasan Dilarang Merokok secara ketat..

Hanya sebagian kecil atau 9 persen pengunjung yang menyatakan akan pindah ke tempat lain. Bahkan saat menanyakan kepada responden jika tempat hiburan di dalam hotel seperti karaoke, pub dan sebagainya juga diterapkan KDM, ia mengemukakan sebagian besar setuju.

Tulus menambahkan, ada yang menyatakan sangat setuju, jika para pelanggar terhadap KDM di hotel dan restoran dikenakan sanksi atau denda.

Mereka juga menyebutkan jumlah denda yang ideal bagi pengunjung hotel melanggar KDM antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. (setiawan/rf/o)