Tuesday, 25 September 2018

Survei Capres 2014 Jokowi Tak Tertandingi

Senin, 23 Desember 2013 — 4:02 WIB
Jokowi di Rusun Tanah Tinggi.yogi-n

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Jokowi kembali unggul dalam survei calon presiden Indonesia 2014.

“Tak ada yang menandingi, dia unggul di seluruh kategori (survei), baik jenis kelamin, desa – kota, etnis, wilayah Jawa – non Jawa, usia, pendidikan, pekerjaan dan agama,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/12).

Untuk kategori jenis kelamin, misalnya, survei dengan tema ‘ Pilihan dan Kemungkinan Capres dan Cawapres Pemilu 2014′  ini menunjukkan, pemilih laki-laki memilih Jokowi sebesar 39,5 persen. Sementara Prabowo 22,5 lima persen dan ARB 16,7 persen.

Sedangakn untuk pemilih perempuan Jokowi juga tertinggi dengan 47,5 persen, sementara ARB 16,7 persen dan Prabowo 10 persen.

Dalam temuan surveinya, bila 12 partai politik mengajukan nama capres dan  PDIP di wakili Megawati, maka Megawati mendapatkan sekitar 17,3 persen. Posisinya  berada di bawah Prabowo Subianto yang berada di urutan pertama dengan 19,8 persen.

Namun bila Jokowi maju sebagai capres, posisi Prabowo melorot ke nomor 3 dengan 13 persen, di bawah Aburizal Bakrie yang sebesar 14,6 persen. Sementara Jokowi jauh meninggalkan kontestan lainnya dengan 37 persen.

“Jika Joko Widodo tidak dicalonkan, maka dukungannya akan ke Prabowo Subianto,” kata M Qodari. (ahi/o)

  • PARTO

    apapun PRABOWO TETAP RI 1…indonesia butuh presiden tegas bukan presiden pencitraan”ngerti ora son?………

    • Metal

      Preeeeet, pikirin dapur aja dirumah, ngebul gak ??!!!

      • Mat Dobrak

        Itu urusan elo..klo kaga ngebul…dapur Looch….Bakar aja..so Pasti ngebul..Yo Ra…kwk..kwk

        • Metal

          wis lah, sing waras ngalah…yo ra son..?

  • mat dobrak

    Prabowo harus jadi Presiden klo NKRI ingin selamat…karen..SYB sudah Mandul sejak 2 periode menjadi presiden.agar rasa aman di BUMI INDONESIA BISA DICIPTAKAN…

  • faaiq yusuf

    siapa aja boleh kalau toh buat bangsa indonesia,asal jangan buat kepentingan pribadi