Thursday, 20 September 2018

Walau Istrinya Sudah Dua, Anak Tiri Masih Doyan Juga

Selasa, 24 Desember 2013 — 9:07 WIB
nah-sub

USIA Bahran, 59, sudah nyaris kepala enam, tapi urusan selangkangan masih maju juga. Paling celaka, sudah punya dua istri namun masih meneleteni anak tirinya pula. Ismaniar, 17, yang tak tahan kelakuan bejat ayah tirinya, mengadu pada ibu kandungnya. Walhasil Bahran harus mendekam di Polsek Koto Singkarak (Sumbar).

Agaknya sudah menjadi cerita klasik, ayah tiri selalu menjadi ancaman bagi anak perempuan cantik bawaan istri. Tapi sebetulnya juga tergantung kwalitet ayah tiri itu sendiri. Jika bapak tiri tersebut mengutamakan iman daripada “si imin”, ya selamatlah si gadis meski cantiknya ala Dian Sastro atau Syahrini. Sebaliknya jika bapak tiri imannya hanya setebal selotif, biar anak tiri hanya kelasnya Limbuk atau Cangik, disikat juga.

Tak diketahui jelas, apakah Ismaniar ini sekelas Syahrini, apa jenisnya Limbuk dan Cangik. Yang pasti, Bahran selaku ayah tiri belakangan punya grand design atas nasib putri bawaan istri tersebut. Apakah mau disekolahkan ke jenjang lebih tinggi, sampai S3 misalnya? Bukan. Bahran hanya kepengin, kapan-kapan bisa menggauli Ismaniar yang mulai tumbuh mekar bak bunga di taman.

Padahal jika ditilik dari usia Bahran, mestinya tak pantas berfikir hil-hil yang mustahal itu. Di samping bini di rumah sudah ada dua, memangnya tak ada sasaran tembak lain yang lebih sebanding sesuai usianya. Lelaki setua Bahran, orientasinya mestinya pada perempuan STNK usia 40-45 tahun, bukan pada anak-anak ABG yang sepantar usia anak-anaknya.

Tapi begitulah setan jika sedang mengompori lelaki penuh syahwat. Ismaniar yang biasa menjadi istimewa berkat dilumuri margarine. Di kala rumah sepi dia mencoba mendekati anak tiri itu dengan alasan mengalami gangguan penyakit. Gadis yang belum begitu banyak pengalaman itu sengaja ditakut-takuti jika penyakitnya sangat membahayakan. “Jika tak segera kuobati, bisa mengancam jiwamu.” Kata Bahran.

Tentu saja gadis ABG itu jadi ketakutan, dan pasrah dengan cara pengobatan ayah tirinya. Ternyata, kemudian Ismaniar dilucuti hingga mirip kupasan singkong yang siap diparut jadi lemet. Sesaat kemudian kehormatan anak tiri dari isri muda itu pun lenyap dilibas Bahran yang tak punya iman tapi memanjakan si imin.

Ternyata tak hanya sekali Bahran mengobati anak tirinya tersebut, padahal tidak ada perubahan apa-apa bagi Ismaniar. Sadar bahwa itu semua sekedar akal-akalan sang ayah tiri, gadis malang itu mengadu pada ibunya. Tentu saja ibu si gadis mencak-mencak. Keterlaluan amat sih, istri sudah dua dan alokasi syahwat juga selalu tersedia, kok masih kelayapan ke kamar anak tiri segala.

Bahran pun dilaporkan ke Polsek X Koto Singkarak dan ditahan. Dalam pemeriksaan lelaki dari Nagari Sumani ini bersikeras bahwa dia sekedar mengobati anak tirinya yang menderita sakit, bukan sekedar untuk pelampiasan syahwat. Di mana letak penyakit Ismaniar itu? ”Ya hanya saya yang tahu, karena ini dilihat dari kacamata batin,” kata Bahran ngeyel.

Kacamata batin merk Rodenstock, atau sekedar kacamata kuda? (JPNN/Gunarso TS)

  • Idhu Geni

    bahran si ayah haram jadah ni namanya….

  • sicentil

    Lagi2 si imin main tubruk.

  • Tongtongsot Welgduwelbeh

    Potong sampai mentok…. !

  • Mangap

    Terbukti mau kawin 2 atau 4 belum tentu puas