Thursday, 14 December 2017

Warung Es Kelapa Muda Dibongkar

“Saya Bingung, Anak Istri Mau Dikasih Makan Apa.”

Senin, 30 Desember 2013 — 21:17 WIB
bingung

JAKARTA (Pos Kota) – Dedeng, pemilik warung es kelapa muda, di Jalan Sentra Timur, Cakung, Jakarta Timur, bingung lantaran tempat usahanya diratakan petugas Satpol PP, Senin (30/12) pagi. Padahal, untuk sehari-hari menafkahi istri dan anaknya, ia memperoleh uang dari hasil jualannya di tempat tersebut.

“Saya bingung Pak, kalau sudah begini nggak bisa jualan lagi dan anak-istri nanti mau dikasih makan apa. Sementara usaha saya cuma jualan es kelapa saja,” ucap lelaki yang mengaku telah berjualan sejak tahun 1998, dilokasi tersebut.

Ditambahkannya, dari hasil jualannya itu sehari ia mampu menjual 2.000 – 3.000 kelapa dengan penghasilan mencapai Rp1,5 juta – Rp2 juta. “Kalau seperti ini, pemerintah sudah tidak mendukung kaum kecil lagi. Semuanya main bongkar saja,” tuturnya.

Camat Cakung, Ali Murtado, mengatakan pihaknya melakukan pembongkaran paksa karena pemilik bangunan tidak menghiraukan peringatan. “Kami telah berikan surat peringatan sebulan lalu, tetapi tidak didengarnya,” jelasnya.

Sementara itu, puluhan bangunan yang berdiri di atas saluran di Jalan AM Sangaji dan Zainul Arifin, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, dibuldozer petugas kecamatan, Senin (30/12).

Camat Henri Perez Sitorus, mengatakan puluhan bangunan yang berdiri tersebut antara lain warteg, bengkel dan pos satpam milik sekolah Bunda Mulia. “Semua kita robohkan karena memang melanggar dan menghambat laju air ketika hujan turun, hingga menyebabkan genangan dan banjir” ujar Perez. (ifand/deny)

 

Teks foto: Puluhan bangunan berdiri di atas saluran di Jl.AM Sangaji dan Zainul Arifin, Jakarta Pusat, dibuldozer petugas kecamatan. (deny)