Sunday, 18 November 2018

Sudah Lebih Satu Pelita Kerjanya Ganggu Bini Orang

Jumat, 3 Januari 2014 — 10:03 WIB
dia-3

Gangguan PLN (listrik mati) paling-paling 4-5 jam sudah berhasil diatasi. Tapi gangguan atas istri orang yang dilakukan Daryatmo, 45, masih saja berlangsung meski sudah satu Pelita. Dasiyun, 35, pun naik pitam. Lelaki yang baru keluar dari penjara itu kembali masuk rumahsakit karena ditusuk suami Titin, 28.

Gangguan listrik yang namanya pemadaman, paling-paling terjadi hanya satu jam dua jam selesai. Apa lagi pada era Dirut Dahlan Iskan, nyaris tak ada pemadaman listrik, khususnya di DKI Jakarta. Tapi sejak arek Magetan itu jadi Meneg BUMN, penyakit lama PLN kembali terjadi dan wilayah Sumut paling parah. Sayangnya, sang Dirut Nor Pamuji malah pilih mundur, karena anak buah sudah kerja capek-capek malah dituduh korupsi.

Gangguan listrik, siapa pun yang pasang listrik pasti mengalami. Tapi kalau gangguan lelaki iseng atas istri orang, tak semua terkena. Tentunya, di samping lingkungan sekitar orangnya baik-baik ahli surga semua, istri sendiri tidak melayani. Seperti Titin dari Surabaya misalnya, begitu diganggu lelaki tetangga, dia langsung lapor suaminya. ”Mas, aku diganggu Mas Daryatmo tetangga kita.” begitu kata wanita warga Jl Krembangan Jaya Utara Gang X Surabaya.

Daryatmo ini memang keterlaluan. Istri sudah punya, tapi lihat bini tetangga yang cantik dan lebih muda, nafsu juga. Setiap melihat Titin belanja ke tukang sayur ideran, dia mesti memelototi, tarus mulutnya suat-siut bersiul dengan nada-nada tendensius. Awalnya sih Titin membiarkan saja, tapi lama-lama Daryatmo jadi ngelunjak. ”Nenang ayo neng mari kita pacar-pacaran, dari pada punya suami…..,” begitu antara lain cara menggoda Daryatmo pada istri Dasiyun tetangganya.

Kalau sekedar mulut rusak saja, Titin masih bisa membiarkan. Tapi ketika tangan Daryatmo pegang-pegang ke arah ”Gunung Sinabung” segala, sudah barang tentu dia jadi tersinggung. Maka setelah berhasil menyelamatkan diri dari kekurang ajaran tetangganya tersebut, Titin segera mengadu pada suami. Tentu saja Dasiyun selaku suami marah-marah, wong istri sendiri sudah punya kok masih ganggu bini orang.

Daryatmo pun dilaporkan ke Polsek Bubutan. Tapi karena aksi kriminal Daryatmo ini hanya tipiring, mereka disarankan damai saja. Daryatmo – Dasiyun pun setuju. Hari itu juga Daryatmo dipaksa bikin perjanjian di atas meterai Rp 6.000,- bahwa tidak lagi-lagi akan mengganggu bini orang. ”Surabaya, 1 Oktober 2007, tertanda Daryatmo,” begitu penutup perjanjian tersebut.

Untuk beberapa lama Daryatmo memang tak mengganggu Titin lagi, apa lagi dia kemudian masuk penjara selama 5 tahun karena kasus narkoba. Tapi ketika dibebaskan Desember 2013, eh…..Daryatmo kembali ke penyakit lamanya. Setiap melihat Titin yang cantik dan putih itu kembali suka suat-suit. Katanya: menyang Surabaya tuku duku, mulihe gak mampir Baurena. Gelema kowe dadi bojoku, tak keloni saben dina…..!

Kalimat bernada ludrukan itu sungguh menyinggung perasaan Titin, sehingga dia kemudian kembali melapor ke suaminya. Wah, kali ini tak ada ampun lagi. Masak, ganggu bini orang sudah satu pelita lebih kok tak ada kapoknya. Maka begitu ketemu di jalan langsung saja Daryatmo ditusuk pisau, jusss! Untung saja lelaki ini segera dibantu adiknya, sehingga nasib Daryatmo tak sedemikian parah. Bahkan kini Dasiyun sendiri yang jadi urusan polisi karena penganiayaan tersebut.

Nggak gantian bikin perjanjian tertulis saja? (SP/Gunarso TS)

  • HADE

    payah kamu bro

  • Reesa

    gak ada updetan lagi nih