Thursday, 20 July 2017

82 Penerbangan di Bandara Soetta Pindah ke Halim

Sabtu, 4 Januari 2014 — 19:01 WIB
halim2

JAKARTA (Pos Kota) – Mulai tanggal 12 Januari 2014 sebanyak 82 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, akan dialihkan  ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur. Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan mengatakan, pengoperasian Bandara Halim saat ini  sudah tahap persiapan sejak tanggal 5 Januari sudah selesai semuanya.

Menurutnya,  pengalihan penerbangan tersebut merupakan solusi sementara untuk mengurangi kepadatan di Bandara Soetta. Selama ini Bandara Halim hanya digunakan oleh penerbangan pesawat charter tidak berjadwal dan sejumlah penerbangan untuk kepentingan militer.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengakui kesiapan Halim telah mecapai 80 persen. Dijelaskan Herry, pelimpahan beberapa penerbangan domestik ini masih bisa berubah, menyesuaikan kesiapan pelayanan untuk penumpang maupun keselamatan penerbangan.

“Tidak harus semua maskapai mengalihan penerbangan pada hari yang sama, tapi harus disesuaikan dengan kesiapan operasional masing-masing maskapai,” terang Herry. Untuk mengantisipasi kemacetan transportasi menuju dan dari Halim yang diprediksi meningkat, Herry menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dia mengaku telah mendapat dukungan TNI Angkatan Udara yang selama ini menggunakan bandara tersebut untuk latihan. Selama operasional untuk penerbangan komersial, latihan TNI akan diatur agar tidak mengganggu.
Diharapkan dengan pengalihan sejumlah penerbangan tersebut dapat mengurangi sedikit beban Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini ada tiga maskapai diketahui telah menyatakan kesiapannya untuk melimpahkan sebagian penerbangan domestiknya ke bandara yang dahulu bernama Bandara Tjililitan ini, yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Indonesia Airasia.

CEO PT Indonesia Airasia Dharmadi pernah mengemukakan, pihaknya memastikan mendapat lebih dari 10 slot penerbangan dari Halim dengan beberapa tujuan di antaranya ke Medan dan Surabaya.

Selain itu, dua  maskapai yang sebelumnya disebut-sebut juga berminat, PT Sriwijaya Air dan PT Lion Mentari Airlines, diketahui tidak jadi meneruskan rencananya dengan alasan soal kenyamanan penumpangnya dirasakan kurang jika di Halim. (dwi/yo)