Tuesday, 11 December 2018

Produsen Senjata AS Tolak Jual Senjata ke Pakistan

Senin, 6 Januari 2014 — 19:57 WIB
Desert_Tactical_Arms-n

SALT LAKE CITY –  Sebuah pabrik senjata Amerika menolak kesempatan bernilai jutaan dolar untuk menjual senjata ke Pakistan, dengan alasan khawatir senjata tersebut akan digunakan untuk melawan tentara Amerika.

Desert Tactical Arms_SRS308vsM4_Small

Senjata sniper yang diincar pembeli di Pakistan

Nick Young, pendiri Desert Tech, mengatakan pada halaman Facebook perusahaannya bahwa ia telah didekati untuk “secara legal memasok” senjata yang digunakan penembak jitu ke Pakistan.

Namun, Young mengatakan “ketakutan terbesar” perusahaan berbasis di Utah itu adalah bahwa senjata-senjata tersebut mungkin digunakan untuk menyerang pasukan Amerika.

Desert Tech

Toko senjata di AS yang menolak kontrak 15 juta dollar atau setara dengan Rp.182,5 miliar.

Dia mengatakan dia memulai perusahaannya “untuk melindungi orang Amerika, bukan untuk membahayakan mereka.”

Dia mengatakan perusahaannya mempekerjakan beberapa orang veteran militer. Kontrak itu dilaporkan bernilai  $15 juta atau setara dengan Rp.182,5 miliar.

Manajer penjualan Mike Davis mengatakan kepada media setempat bahwa dengan kerusuhan yang terjadi di Pakistan, perusahaan itu akhirnya merasa bahwa menjual senjata ke negara Asia Selatan itu satu hal yang tidak benar.

“Pada akhirnya, kami merasa menjaga etika kami lebih bernilai daripada nilai kontrak sebanyak itu,” demikian komentar Mike Davis ketika diwawancarai harian Deseret News.bbc/d