Monday, 24 September 2018

Kerugian Rp7,73 Triliun

Gubernur BI: BPK Sarankan Pertamina Naikkan Harga Elpiji

Selasa, 7 Januari 2014 — 12:03 WIB
Gubernur BI Diperiksa KPK

JAKARTA (Pos Kota) – Kerugian Pertamina dalam penjualan elpiji sebesar Rp7,73 triliun. Itu berdasarkan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) karenanya Pertamina disarankan untuk menaikan harga elpiji.

Itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa. BPK telah merekomendasikan Pertamina agar menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kg sebesar Rp 3.959 per kg.

“Perlu ada penjelasan sehingga masyarakat tahu. Kalau bisa tidak dinaikkan lagi harganya. Itu baik. Tapi kalau seandainya Pertamina terus beroperasi dgn kondisi rugi, tentu harus ada penyesuaian harga,” jelas Agus.

Penjelasan itu, menurut Agus,  tentang harga pokok dan harga distribusinya, dbandingkan dengan harga yang dtawarkan kepada masyarakat, sehingga segala sesuatunya menjadi jelas.

Ia mengatakan Pertamina seharusnya menjelaskan kepada masyarakat mengenai kerugian yang dialami perusahaan itu, yakni kerugian menyangkut penjualan elpiji sebesar Rp7,73 triliun.

“Pertamina seharusnya beroperasi tanpa menyisakan kerugian. Apalagi, sampai saat ini masih ada yang diimpor, maka perlu disinkronisasi,” tutur Agus.

(johara/sir)