Friday, 16 November 2018

Bawa 44 Kendaraan

Kelebihan Muatan, Kapal Roro Tenggelam

Selasa, 14 Januari 2014 — 12:42 WIB
roro1

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Kapal Motor (KM) Roro dengan rute Pelabuhan Pangkal Balam – Tanjung Priok, tenggelam di dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/1). Tidak Ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun 44 kendaraan yang ada di dalam kapal tenggelam dan belum bisa dievakuasi. Diduga kapal tersebut tenggelam karena melebihi kapasitas muatan.

Tenggelamnya Kapal KM BJL I itu, terjadi sekitar pukul: 03.00 saat kapal mengalami kemiringan 10 derajat sekitar pukul 03.00 dini hari tadi. Kemudian terus berangsur miring hingga kapal terguling dengan kemiringan 90 derajat dan tenggelam sebagiannya. Padahal, saat itu kapal sudah siap untuk berangkat menuju Bangka Belitung.

Salah seorang penumpang, Dedi, 30, menuturkan saat kejadian berlangsung dirinya baru saja terlelap. Saat itu, pria yang mengemudikan truk bernopol B 9559 PDA, hendak menuju Bangka setelah mengambil barang dari Pelabuhan Sunda Kelapa. “Saya baru saja tidur, eh tiba-tiba suasana riuh kepanikan orang berteriakan kapal mau tenggelam. Keadaan kapal pun sudah gelap,” paparnya.

Tak ingin mengambil resiko, Dedi pun bergegas keluar kapal. Akan tetapi, hingga kini, truk dan muatannya masih terbenam bersama kapal JBL I yang tenggelam sebagian badannya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Asep Adisaputra, mengatakan kapal tersebut memuat 85 orang yang terdiri dari 20 orang penumpang umum, 42 supir dan kenek serta 23 orang ABK. “Selain itu 44 kendaraan masih di dalam kapal dan ini masih dalam penanganna petugas untuk mengepakuasinya karena kemiringan kapal 90 derajat. Kita masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjug Priok, Kapten Arifin, mengatakan pihaknya sudah memintai keterangan dari nakhoda kapak dan pihak pemilik kapal. Dari keterangan awal, diketahui bahwa awalnya kapal sedang mengisi air di lambung kanan. Kemudian, terjadi kemiringan sepuluh derajat ke kanan. “Untuk mengimbangi, di isilah lambung kapal bagian kiri. Tapi malah berbalik miring ke kiri dan berlahan-lahan tenggelam,” tukasnya. (ilham/yo)

Teks Foto: Petugas berusaha melakukan efakuasi bangkai kapal yang tenggelam. (ilham)