Wednesday, 19 September 2018

Lahan Kritis Meluas, Pandeglang dan Lebak Rawan Bencana

Selasa, 14 Januari 2014 — 10:14 WIB
dishutan141

SERANG (Pos Kota) – Dua kabupaten di Provinsi Banten yakni Lebak dan Pandeglang merupakan daerah rawan banjir dan longsor. Hal ini disebabkan meluasnya lahan kritis di dua kabupaten tersebut. Jumlah lahan kritis di Banten saat ini 104.103 hektar dari luas lahan 208.161,27 hektar.

“Dari jumlah 104.103 hektar hutan kritis di Banten, yang paling parah berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang,” kata Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Banten, Suyitno kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, Senin (13/1).

Suyitno mengakui masih banyaknya bukaan hutan di hulu sungai Ciujung dan Ciberang (Kabupaten Lebak) serta Ciliman (Kabupaten Pandeglang). Kata Suyitno hutan yang dibuka itu rata-rata hutan rakyat. Jika curah hujan cukup banyak dikhawatirkan akan terjadi banjir dan longsor.

“Memang upaya yang kami lakukan yaitu melakukan penanaman pohon dari hulu sungai hingga hilir,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kabid Peredaran Hutan dan Kebun, Engkos Kusnandar mengatakan, saat ini terdapat kesulitan melakukan rehabilitasi di bagian hulu sungai yang masuk dalam hutan taman nasional. “Kalau hutan taman nasional kita tidak bisa masuk sembarangan, dan itu kewenangan balai,” terangnya.

Kata Engkos Kusnandar, kondisi tanah yang ada di Banten juga sangat labil. Jika curah hujan yang turun sangat lama, tipe tanah di Banten khususnya di daerah Selatan Banten seperti Pandeglang dan Lebak sangat sensitif dengen erosi. “Pelaku perambah hutan juga masih terjadi,” ujarnya. (haryono)

Teks :Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banten, H Suyitno (tengah) menyampaikan kondisi lahan kritis di Banten