Tuesday, 23 May 2017

KPK Tetapkan Sekjen ESDM Tersangka

Kamis, 16 Januari 2014 — 16:55 WIB
karno

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait kegiatan di Kementerian ESDM.

“Penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti yang cukup berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kaitan pelaksanaan kegiatan di Kementerian ESDM, karena itu penyidik menetapkan tersangka WK (Waryono Karyo) selaku Sekjen di Kementerian ESDM,” ujar juru bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo saat jumpa pers di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Srlatan, Kamis (16/1).

Adapun pasal yang disangkakan kepadanya yakni pasal 12 huruf B dan atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut mengatur tentang gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 4-20 tahun kurungan dan pidana denda maksimal Rp1 miliar. Surat perintah penyidikan (Sprindik) tersebut menurut Johan ditetapkan sejak 9 Januari 2014.

“Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penerimaan suap terhadap tersangka RR (Rudi Rubiandini),” kata Johan menerangkan. “Mengenai perkara akan dikembangkan sejauh mana ada dugaan apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat atau tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Rudi selaku kepala SKK Migas tertangkap tangan menerima suap dari petinggi PT Kernel Oil Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya pada pertengahan Agustus 2013. Suap diberikan melalui pelatih golf  Rudi, Deviardi.

Usai menangkap Rudi, Deviardi dan Simon, penyidik KPK kemudian menggeledah ruang kerja Waryono di Kementerian ESDM dan berhasil menemukan dan menyita uang 200 ribu dolar AS. Waryono sudah pernah diperiksa sekitar lima kali di KPK terkait perkara tersebut. (yulian/yo)