Wednesday, 19 September 2018

Sofyan Djalil Jalani Pemeriksaan di KPK

Jumat, 17 Januari 2014 — 18:14 WIB
piajlil171

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil rampung menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/1) sore.

Usai diperiksa ia mengaku dicecar penyidik soal rapat-rapat teknis terkait pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik semasa dirinya menjabat Menteri Keuangan ad interim (sementara waktu).

“Tentang rapat-rapat comittee yang terjadi sejak tanggal 13 November (2008), pada saat itu saya sebagai kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan ad interim. Saya ditanya dan mengkonfirmasi beberapa hasil meeting dan itu saya jelaskan semua,” ujarnya selepas menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1) sore.

Sebelumnya, saat tiba sekitar Pk. 13:00, kepada wartawan Sofyan memaparkan ada sekitar empat atau lima BUMN yang menjadi nasabah atau menyimpan uang di Bank Century. Menurut Sofyan, jumlah depositonya tidak lebih dari Rp1 triliun.

“Ada empat atau lima yang nyimpan deposito (di Bank Century). Kalau enggak salah kurang dari Rp1 triliun, yaitu Rp600-700 miliar,” ujarnya sebelum menjalani pemeriksaan.

Sofyan kemudian menyebut beberapa BUMN yang dimaksud yakni PT Jamsostek, PT Telkom dan PT Perkebunan Nusantara. Namun, ia mengaku baru mengetahuinya setelah ada rapat pada 13 November 2008 yang membahas bahwa Bank Century kalah kliring.

“Pokoknya tahunya saat itu saja, waktu rapat tanggal 13 (November 2008) malam itu bahwa ada uang BUMN (di Century),” imbuhnya.

Sofyan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Budi Mulya, dalam kasus dugaan korupsi pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Sebelumnya, saat kasus Century dalam tahap penyelidikan, KPK juga pernah meminta keterangan Sofyan.  Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini juga pernah mengakui adanya surat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengimbau perusahaan pelat merah menempatkan dananya di Bank Century.

Namun, menurutnya, BUMN menarik dananya setelah kebijakan bailout hingga total penarikan mencapai sekitar Rp300 miliar. (yulian/d)

Teks : Mantan Meneg BUMN Sofyan Djalil diperiksa KPK (rihadin)