Wednesday, 21 November 2018

Tawuran, Belasan Siswa Diberi Sanksi

Jumat, 17 Januari 2014 — 19:18 WIB
siswa1

SUKABUMI (Pos Kota) – Belasan siswa yang terlibat aksi tawuran di Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Simpang Ratu dikenai sanksi di Mapolsek Cibadak, Jumat (17/1) siang. Mereka  dihukum  dengan cara disuruh push-up tanpa mengenakan baju. Malah, beberapa siswa yang rambutnya gondrong langsung dipangkas.

Belasan siswa tersebut yakni sebanyak 16 dari SMKN 1 Pertanian dan sisanya berasal dari SMK Lodaya. Aksi tawuran itu terjadi ketika belasan siswa SMKN 1 Pertanian turun dari angkot di Simpang Ratu. Di lokasi itu, ada dua siswa SMK Lodaya yang tengah menunggu angkot. Tanpa dikomandoi, belasan siswa SMKN 1 Pertanian langsung menghajar dua siswa SMK Lodaya. Aksi baku hantam pun tak bisa dielakan.

Beruntung aksi itu tak berlangsung lama setelah petugas kepolisian langsung mengamankan mereka. Kemudian petugas membawa semua siswa ke Mapolsek Cibadak yang lokasinya cukup dekat. Di mapolsek, mereka langsung dibina dengan cara diberikan beberapa sanksi. Tujuannya agar mereka jera melakukan aksi tawuran.

“Kami begitu turun dari angkot melihat ada siswa SMK Lodaya dan spontan saja menendang perutnya. Tapi tidak lama karena ada polisi datang dan kami langsung berusaha melarikan diri tapi akhirnya ketangkap juga,” aku D, 17, salah seorang siswa SMKN 1 Pertanian.

Peristiwa tawuran pelajar ini mendapat perhatian serius dari dinas pendidikan (disdik) setempat. Tak berapa lama setelah penangkapan belasan siswa itu, Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, M Abdurahman didampingi Kepala Seksi Kesiswaan, Iyus Yusuf Hilmi langsung mendatangi Polsek Cibadak.

“Ke depan kami berjanji akan tegas memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan tawuran. Kami tak segan-segan untuk merekomendasikan siswa untuk di drop out (DO) dari sekolahnya,” ancam Abdurahman. (sule/yo)

Teks foto:  Belasan siswa tengah dihukum karena terlibat tawuran di Mapolsek Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/1). (sule)