Monday, 23 April 2018

Anggoro Resmi Dijebloskan ke Rutan Guntur

Jumat, 31 Januari 2014 — 7:19 WIB
hangun311

JAKARTA (Pos Kota) – Usai diperiksa sekitar 4 jam, buronan kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo, langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jumat (31/1) dini hari.

Pemantauan Pos Kota, Anggoro rampung diperiksa KPK sekitar Pk. 03:00. Selepas menjalani pemeriksaan, ia tampak keluar mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan kawalan sejumlah petugas KPK dan polisi.

Seperti saat tiba di Gedung KPK, Anggoro kembali bungkam ketika hendak digelandang petugas ke Rutan Guntur. Ia hanya tersenyum kecut sebelum akhirnya masuk ke mobil tahanan warna putih yang membawanya menuju rutan tersebut.

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo menerangkan, Anggoro akan menjalani masa penahanan pertamanya selama 20 hari di Rutan Guntur.

“Setelah pemeriksaan identitas dan kesehatan dan pemeriksaan awal, lalu disimpulkan yang bersangkutan bisa ditahan,” kata Johan, yang turut memantau langsung di halaman Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/1) sekitar Pk. 03:00.

“Untuk kepentingan penahanan yang bersangkutan dititipkan di Rutan Cipinang Kelas 1 Cabang KPK yang ada di Guntur untuk 20 hari pertama,” imbuhnya.

Disinggung apakah yang bersangkutan dapat merayakan Hari Raya Imlek di rutan tersebut, Johan mengatakan belum dapat menjawabnya. Sebab, ia sendiri belum memastikan apa agama Anggoro.

“Untuk saya pribadi tidak tahu apa agama yang bersangkutan, namun untuk hal tersebut tergantung kebijakan kepala rutan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, KPK telah menangkap Anggoro di perbatasan Cina-Hongkong setelah 4 tahun 7 bulan buron. Ia dituduhkan telah memberi hadiah atau janji-janji kepada pegawai negeri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang terkait dengan jabatannya.

Anggoro sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi SKRT di Kementerian Kehutanan pada Juni 2009 lalu. Anggoro disangkakan menyuap anggota Komisi IV DPR kala itu, Yusuf Erwin Faishal.

Kasus SKRT adalah pengembangan dari kasus dugaan korupsi alih fungsi hutan lindung menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatera Selatan. Sejumlah anggota Dewan sudah masuk bui gara-gara kasus ini, diantaranya Yusuf Erwin Faishal dan Al Amin Nasution.

Anggoro adalah tersangka terakhir yang berstatus buronan KPK. Sebelumnya KPK juga mempunyai beberapa buronan, seperti Nunun Nurbaetie, M Nazaruddin dan Neneng Sri Wahyuni, mereka juga sudah berhasil ditangkap. (yulian)

Teks : Anggoro mengenakan rompi tahanan KPK dibawa ke Rutan Guntur