Wednesday, 19 September 2018

Film Cinta Pertamaku

Kisah Penderita Lymphoblastic Leukemia

Jumat, 31 Januari 2014 — 15:18 WIB
kisah

JAKARTA (Pos Kota) -Lymphoblastic Leukemia atau leukemia limfositik akut merupakan  penyakit kanker darah dan sumsum tulang yang paling berbahaya. Begitu dahsyatnya penyakit ini,  bagi orang dewasa yang terkena, prosentase yang dapat sembuh hanya sekitar 5%. Berangkat dari kenyataan itulah, My Dream Pictures mengangkatnya ke dalam film berjudul Cinta Pertamaku.

Sagar Mahtani selaku produser, berani melawan arus dengan menggarap film bergenre remaja dengan latarbelakang penyakit leukemia ini. “Memang sudah banyak film-film yang bercerita tentang leukemia, tapi film Cinta Pertamaku ini beda. Ketika pertama kali saya membaca sinopsisnya, saya langsung tertarik,” kata Sagar, yang ingin memberi pesan moral kepada masyarakat. “Soal tema remaja, itu karena  saya ingin film bergenre remaja kembali digandrungi. Nah, saya berharap film Cinta Pertamaku ini bisa membangkitkan itu,” tambahnya

Dengan mengandalkan kekuatan cerita, Sagar percaya bahwa film Cinta Pertamaku ini bakal menarik penonton, khususnya kalangan remaja. Apalagi  film ini dirilis pada tanggal 6 Februari 2014,   berdekatan dengan Hari Valentine.

Soal tidak dilibatkannya artis terkenal, tetapi hanya artis baru seperti  Vebby Palwinta, Fauzan Nasrul, Aurelie Moeremans, itu karena Sagar tak ingin menjual popularitas artis, melainkan cerita. “Lagi pula saya melihat keseriusan mereka dalam berakting hingga begitu maksimal.  Mereka telah memberikan yang terbaik, itu yang membanggakan,” jelasnya.

film1

Apalagi film ini ditangani oleh sutradara  Ian Nguyen Lampa alias Nayato Fio Nuala,  yang sudah malang melintang di dunia film. Meski dikenal sebagai sutradara spesialis horor, tapi Ian Nguyen Lampa  pernah menggarap film-film remaja, diantaranya Ekskul, Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets, serta Akibat Pergaulan Bebas.

“Jadi kinerjanya tidak usah diragukan lagi. Kami sudah sering bekerjasama.  Inilah yang membuat saya punya keyakinan, film Cinta Pertamaku bisa diterima,” pungkas Sagar Mahtani. (anggara/yo)