Wednesday, 14 November 2018

Pakar Hukum Tata Negara Unpar:

Kader Lain di Partai Demokrat Juga Harus Mundur

Sabtu, 1 Februari 2014 — 13:13 WIB
asep

JAKARTA (Pos Kota) –  Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Asep Warlan Yusuf mendukung sikap tegas Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Assegaf dan kader-kader PD lainnya yang meminta semua peserta konvensi Partai Demokrat yang menduduki jabatan publik untuk mundur dari jabatannya mencontoh sikap Menteri Perdagangan Gita Wiryawan.

Dirinya menyarankan Nurhayati dan kader PD yang mengapresiasi sikap Gita itu mundur itu juga bersikap sama dan meminta semua menteri yang berasal dari parpol yang duduk di kabinet termasuk Presiden SBY untuk mundur dari salah satu jawabannya.

“Sikap Nurhayati maupun kader-kader PD yang mendukung dan mengapresiasi langkah Gita mundur untuk konsentrasi konvensi PD patut kita dukung. Kita bahkan harus mendorong agar Nurhayati dan kader-kader PD memiliki sikap dan keberanian untuk meminta SBY mundur. SBY menurutnya harus diminta mundur oleh  Nurhayati sebagai bentuk apresiasi  juga dan agar SBY fokus mengurus partai yang sedang dirundung musibah,” ujar Asep ketika dihubungi wartawan, Sabtu (1/2).

Nurhayati dan kader-kader PD seharusnya justru pertama-tama harus mendorong kader-kader PD sendiri melakukan hal yang dilakukan Gita.”Jika Gita yang bukan kader PD mundur dianggap baik oleh Nurhayati, maka seharusnya Nurhayati hal yang baik itu justru dilakukan oleh kader-kader PD sendiri. Nurhayati harus mendorong SBY dan Syarief melakukan hal baik seperti yang dilakukan Gita,” imbuhnya.

Lagi pula menurutnya kalau seorang Gita yang hanya menteri perdagangan  dan dia belum menjadi capres karena baru sekedar jadi capres PD, saja sudah  membuat dia tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa fokus  mendengarkan aspirasi rakyat seperti alasan yang dikemukakan Gita, Maka seharusnya SBY yang presiden dan menjadi atasan semua menteri, ketua umum partai lebih tidak bisa lagi konsentrai dan mendengarkan apa yang diinginkan rakyat.

Kader-kader PD menurut Asep lagi seharusnya malu karena Gita yang hanya pembantu presiden memiliki kesadaran akan tanggungjawab yang jauh lebih tinggi daripada presidennya sendiri. “Yah harusnya mereka malu, pembantu presiden saja punya  kesadaran, masak bos nya  pembantu tidak punya kesadaran. Makanya  biar sadar dan konsisten Nurhayati sekali lagi harus desak SBY  mundur,” tegasnya.

Selain itu, tambahnya, Nurhayati juga bisa meminta Ketua Harian PD, Syarief Hasan untuk mundur juga sebagai menteri. ”Syarief lebih banyak lagi tugas dan jabatannya. Dia itu menteri, dia ketua harian dan dia bersama istrinya juga caleg. Mungkin Syarief tidak bisa fokus kerja sebagai menteri dengan kondisi seperti itu? Saya rasa sangat berat karena Syarief bukan superman. Nah harusnya Nurhayati justru mendorong Syarief untuk  mundur juga,” tegasnya. (prihandoko/yo)