Tuesday, 13 November 2018

Sekali Lagi, Sejarah Lebih Memihak Mourinho

Selasa, 4 Februari 2014 — 11:03 WIB
mourinho-8

MANCHESTER (Pos Kota) – Hasil duel Manchester City kontra Chelsea di Stadion Etihad, Selasa (4/2) dinihari WIB tadi, tidak hanya bicara soal gengsi tim papan atas Liga Primer Inggris. Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Chelsea dalam lagi itu juga sekaligus mempertegas dominasi Jose Mourinho atas Manuel Pellegrini selama sembilan pertemuan terakhir kedua pelatih yang rupanya memang tidak memiliki hubungan kurang baik tersebut.

Ya, sebelum bertugas menukangi tim Liga Primer, kedua pelatih pernah sama-sama turut meramaikan persaingan di pentas La Liga Spanyol dan telah tujuh kali bertemu. Mourinhome mulai peperangan lebih dulu terhadap Pellegrini saat ketika mengomentari keputusan pelatih asal Cile itu melatih Malaga setelah didepak Real Madrid yang lalu memilihnya sebagai arsitek pada 2011 silam. Mourinho mengungkapkan tidak ingin menukangi Malaga setelah didepak Madrid, jika dirinya jadi Pellegrini.

Beberapa waktu kemudian gantian Pellegrini yang mengomentari Mourinho. Pellegrini mengkritik gaya bermain Madrid di bawah kendali pelatih asal Portugal tersebut. Baginya, di bawah Mourinho, Madrid terlalu defensif untuk ukuran klub elite. Pellegrini yang sukses membawa Malaga ke Liga Champions juga menyebut Mourinho hanya sosok pelatih yang mementingkan hasil akhir tanpa menyuguhkan aksi indah di lapangan.

Namun selama tujuh kali bersua di pentas La Liga, Mourinho cukup superior atas Pellegrini dengan memenangi lima laga, sekali seri dan hanya kalah sekali. Pada pertemuan kedelapan di Liga Primer,  Oktober tahun lalu, Mourinho mampu menjaga dominasinya dengan menang 2-1 di Stamford Bridge. Kali ini kedua pelatih bertemu di Stadion Etihad dan sekali lagi, sejarah lebih memihak Mourinho setelah Chelsea berhasil mengalahkan City, lewat gol tunggal  Branislav Ivanovic (32′).

Tidak heran jika Mourinho menyebut penampilan fantastis yang diraih City dalam beberapa laga terakhir, lebih hanya karena sebuah keberuntungan. Hal itu diungkapkan Mourinho jika melihat pertemuan City menghadapi Liverpool, Newcastle United, dan Tottenham. “City hanya beruntung. Banyak keputusan krusial yang menguntungkan mereka. Melawan Liverpool, ‘goal’ Raheem Sterling, penalti Luis Suarez. Melawan Newcastle, ada gol jelas di sana,” kata Mourinho.

“Sementara saat mereka melawan Tottenham, gol Michael Dawson, penalti dan kartu merah Danny Rose. Mereka memiliki segalanya. Saya ulangi, karena saya tak ingin salah diinterpretasikan, semuanya hanya kebetulan. Namun kami mampu mengalahkan City dua kali tapi mereka tim terbaik yang kami mainkan. Hari ini kami menang karena kami tim terbaik. Kami mencintai laga besar dan hal terbaik untuk evolusi adalah bermain di bawah tekanan,” ungkap Mourinho seperti dikutip Sky Sport. (junius)