Monday, 24 September 2018

Tak Mudah Cari Caleg Perempuan Berkualitas

Selasa, 4 Februari 2014 — 18:19 WIB
Linda Gumelar - PBB

JAKARTA (Pos Kota) – Mencari perempuan calon legislatif yang memiliki kualitas baik tidak mudah. Tak hanya persoalan masih rendahnya pendidikan sebagian besar perempuan Indonesia, tetapi sejak lama perempuan yang terjun ke dunia politik amatlah langka.

Karena itu untuk tahap awal, fokus politik perempuan adalah bagaimana agar keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif bisa memenuhi target.

“Kita sudah mengalami perkembangan yang cukp bagus. Dari 11 persen pada 2004 menjadi 18 persen pada 2009 dan sekarang kita mengejar target 30 persen,” papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Linda Amaliasari, Selasa (4/2).

Menurutnya anggapan bahwa banyak caleg perempuan yang kurang berkualitas dan minim pengetahuan harus diabaikan dahulu. Sebab jika kita tetap berkutat pada persoalan tersebut maka kuota 30 persen perempuan berpolitik pada 2014  tidak akan pernah tercapai.

Linda memandang saat ini hal yang terpenting adalah bagaiamana mendorong perempuan mau terjun ke dunia politik dengan berbagai konsekuensinya.

Siapa saja, dari latar belakang apapun, harus didorong agar mau duduk dalam kursi parlemen sehingga hak-hak perempuan bisa diperjuangkan dengan lebih baik.

“Caleg kurang berkualitas tidak hanya ada pada perempuan. Caleg laki-laki juga tidak semua berkualitas dan kita sudah tahu itu,” kata Linda.

Pemerintah sendiri berupaya agar caleg perempuan memiliki pengetahuan yang luas. Karena itu Kementerian PP dan PA bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri telah melakukan pelatihan capacity building terhadap caleg-caleg perempuan dari 12 parpol yang akan bertarung pada pemilu 2014.

“Pelatihan sudah digelar 6 kali selama 2013. Dan pada tahun ini, sebelum pemilu Caleg digelar, rencananya kita akan didik lagi sekitar 35o caleg perempuan dari berbagai daerah dan parpol,” tambah Linda.

Harapannya dengan pelatihan tersebut, perempuan yang maju menjadi caleg paham betul apa yang akan dilakukan ketika nantinya terpilih menjadi anggota legislatif.

“Tentunya kami juga menyelipkan titipan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender,” pungkas Linda. (inung/d)