Wednesday, 21 November 2018

Indonesia Targetkan 9,2 Juta Kunjungan Wisatawan

Jumat, 7 Februari 2014 — 19:16 WIB
Mr Mandelson reçoit Mari Elka Pangestu, ministre indonésienne du

JAKARTA (Pos Kota) – Pertumbuhan wisata Asean periode 2005-2012  meningkat mencapai 10,3 % memberi efek bagi wisata Indonesia yang juga cerah. Menurut UN-WTO selama periode 2005-2012 pertumbuhan wisatawan (inbound) per wilayah tertinggi adalah ASEAN sebesar 8,3% atau di atas pertumbuhan pariwisata global sebesar 3,6%.

Untuk kontribusi ASEAN terhadap pariwisata global mencapai 7,5% atau sebesar 90,2 juta wisatawan. UN-WTO melihat bahwa prospek pariwisata ASEAN ke depan semakin cerah dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10,3% pada 2030 mendatang. Hal serupa juga disampaikan World Travel and Tourism Council (WTTC) yang memperkirakan adanya kebijakan kemudahaan visa (visa facilitation) dapat menambah kunjungan wisatawan sebesar 6-10 juta orang ke ASEAN pada 2016, dan akan terjadi peningkatan pendapatan sebesar US$ 7- 10 juta.

Indonesia sendiri wisata tumbuh sebesar 9,4% pada 2013. Tahun 2014 diharapkan wisata Indonesia tumbuh 8 % dengan target 9,2 juta wisman.
Mari Elka Pangestu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan mengawali tahun 2014 pemerintah melakukan kegiatan promosi pariwisata ke mancanegara antara lain berpartisipasi dalam Tournament of Roses (ToR) 2014 di Pasadena, Amerika Serikat. Pada event tahunan ini Indonesia meraih penghargaan “Director’s Trophy”.

Selain itu berpartisipasi di Vakantiebeurs 2014 yang merupakan ajang promosi pariwisata terbesar di Belanda yang digelar di Kota Utrecht pada tanggal 14 – 19 Januari 2014. Sementara di forum ATF 2014 di Kucing Malaysia, pelaku pariwisata Indonesia ambil bagian dalam bursa pariwisata TRAVEX (Travel Exchange) yang diikuti 879 sellers dari 353 perusahaan dari 10 negara ASEAN termasuk Indonesia dengan mendatangkan sebanyak 462 buyers dari 54 negara.

“Selain itu untuk meningkatkan kunjungan wisman, pemerintah bersama stakeholder berusaha meningkatkan koneksitas penerbangan langsung dari negara sumber wisman ke destinasi pariwisata di Indonesia. Seperti yang dilakukan Hainan Airlines dengan membuka rute baru Beijing-Denpasar Bali mulai 15 Januari 2014,” kata Mari, Jumat (7/2).

Semakin banyak penerbangan langsung akan mendorong meningkatnya kunjungan wisman, hal ini karena lebih dari 65% wisman yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi udara. RRT merupakan salah satu fokus pasar, yang tahun ini ditargetkan sebanyak 970.000 wisman RRT untuk datang ke Indonesia. (lina/yo)