Thursday, 15 November 2018

Akibat Letusan Kelud, 3 Tewas dan 76.388 Mengungsi

Jumat, 14 Februari 2014 — 19:14 WIB
ungkelud

SURABAYA(Pos Kota)- Berdasarkan verifikasi data korban dan perkembangan jumlah pengungsi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melalui rilisnya melaporkan, 3 orang tewas dan 76.388 jiwa mengungsi akibat erupsi Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, Kamis malam pukul 22.50.

Adanya nama korban dan usia yang berbeda pada rilis sebelumnya, disebabkan informasi dari tetangga yang berbeda-beda. Karena di desa, warga mengenal korban dengan sebutan nama yang berbeda-beda.

Ketiga korban tewas adalah Mbok Nya,60, warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang karena sesak nafas akibat abu vulkanik.

Sahiri,70, warga Dusun Ngutut, Desa Pandasari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi.

Sanusi,80, warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang karena sesak nafas saat berlindung di bawah meja.

Ketiga korban tinggal di desa yang berada di radius 7 km dari puncak kawah Gunung Kelud. Tebal abu di lokasi korban 20 cm. Saat ini, masih ada evakuasi sebagian warga yang masih di radius 10 km.

Pengungsi banyak yang sudah pulang, khususnya di Blitar sehingga jumlahnya berkurang. Saat ini, 76.388 jiwa pengungsi dari 5 kab/kota, yaitu:
– Kabupaten Kediri 66.139 jiwa
– Kota Batu 3.220 jiwa
– Kabupaten Blitar 2.070 jiwa
– Kabupaten Malang 3.610 jiwa
– Kabupaten Tulungagung 1.349 jiwa

Erupsi Gunung Kelud telah mengeluarkan material 80 juta m3 abu dan pasir. Gunung Kelud masih terjadi hembusan dan tremor menerus dengan status Awas (level IV). Radius 10 km harus tidak ada aktivitas warga. Gubernur Jatim menyatakan masa tanggap darurat 13 Februari – 12 Maret 2014. Telah disiapkan 350.000 masker.

Erupsi Gunung Kelud tidak akan memicu aktifnya gunung api lainnya. Saat ini status gunung api di Indonesia yakni 2 status Awas, 3 status Siaga dan 17 status Waspada.

Akibat erupsi Gunung Kelud, 7 bandara ditutup yaitu Bandara Juanda Surabaya, Abdulrahman Saleh Malang, Adi Sucipto Yogya, Adi Sumarmo Solo, A.Yani Semarang, Husein S. Bandung dan Tunggul Wulung Cilacap.(nurqomar)