Thursday, 15 November 2018

Gunung Kelud Meletus, Radius 10 Km Berbahaya

Jumat, 14 Februari 2014 — 19:18 WIB

SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai bantuan berupa logistik dan peralatan yang akan di kirim ke lokasi bencana letusan Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

A man covered by ash from Mount Kelud as stand on his motorcycles in Yogyakarta

Pengendara motor di tengah kota Yogyakarta – Reuters.

Bantuan itu akan diberikan kepada sekitar 25.000 lebih pengungsi di wilayah Blitar, Kediri, Malang, hingga Jombang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, Jumat (14/2), bantuan berupa logistik untuk orang dewasa dan anak-anak telah dipersiapkan, untuk selanjutnya dikirim hari ini.

Villagers evacuated from their homes due to Mount Kelud's eruptions, sleep on the floor at a temporary shelter at Sumber Agung village in Kediri

Pengungsi di desa  Sumber Agung – Kediri – Reuters.

Bantuan berupa air bersih, toilet darurat, masker serta air minum menjadi prioritas logistik yang harus segera disalurkan kepada pengungsi, ujarnya.

“…Bekerjasama dengan Kodam, untuk menyiapkan MCK dan sarana air bersih. Kemudian yang kedua, masker dan mineral, air minum, itu yang sangat dibutuhkan, karena banyak debu, perlu banyak minum dan juga perlu masker.

Sekitar lebih dari 300.000 masker disebar untuk tiga tempat itu untuk daerah-daerah di sekitar sana lah. Tidak hanya untuk pengungsi ini, tapi juga untuk masyarakat umum,” ujarnya.

A man wears a mask as he rides a becak, a kind of rickshaw, on a road covered with from Mount Kelud,  in Yogyakarta

Suasana di Jl. Malioboro – Yogyakarta, Jumat siang (14/2) . Reuters

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Saifullah, menegaskan larangan mendekati area berbahaya radius 10 kilometer, terlebih karena belum adanya perubahan status awas pada Gunung Kelud oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

“Memang suasananya agak reda, tapi pak Gubernur tetap meminta, menginstruksikan untuk melarang semua, untuk mendekati area 10 kilometer,” ujar Saifullah.

Kepada VoAnews, ahli geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Amien Widodo mengatakan, meski perilaku Gunung Kelud telah dapat diketahui, masyarakat tetap diminta waspada terhadap aktivitas vulkanologi yang dapat berubah setiap saat.

“Ya dia letusannya ya seperti sekarang ini, cuma sekarang ini mungkin libih besar karena dia harus memecahkan anak gunung Kelud itu, jadi tekanannya menjadi, butuh tenaga besar. Kalau tipikal Keludnya kan hanya beberapa hari itu sudah selesai, tapi kalau alam menghendaki lain ya bisa lain, ya bisa begitu,” ujarnya. – dms