Wednesday, 19 September 2018

Gunung Kelud Meletus, Ribuan Warga Tercerai-Berai

Jumat, 14 Februari 2014 — 10:14 WIB
jalan-berdebu-kelud

SURABAYA (Pos Kota)- Lebih dari 39 ribu jiwa penduduk di Kecamatan Kasembon, Kecamatan Ngantang dan sebagian di Pujon tercerai berai akibat letusan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, tadi malam.

Mereka terpisah dengan beberapa anggota keluarganya. “Anak saya dan bude belum ada. Nggak tahu kemana. Tolong dicari pak,” kata Sunarmi,56, warga Ngantang sambil terurai air mata, Jumat (14/2)pagi.

Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilianto memastikan, pihaknya belum bisa mendata berapa jumlah pengungsi sejauh ini. “Korban tewas ada satu orang. Kalau jumlah pengungsi, kami belum bisa pastikan karena letusan Kelud sangat cepar terjadi,” paparnya.

Dijelaskanya, jarak waspada ke siaga saja memakan waktu 9 hari. Status siaga ke awas cuma satu hari. Nah, status awas ke meletus justru tak sampai dua jam. Hal ini diluar dugaan.

Akibat letusan yang cepat, KRB I (Kawasan Rawan Bencana) seperti di Balaidesa Pujon contohnya, justru terdampak. Sehingga, banyak masyarakat yang tercerai berai karena letusan Kelud tadi malam, diluar prediksi manusia.

“Ini diluar dugaan semua pihak. Kami masih terus mendata jumlah pengungsi,” bebernya. Di Kecamatan Ngantang sendiri, meliputi Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru dn Banturejo. Di Kecamatan Kasembon, melingkupi Desa Pondokagung, Bayem dan Kasembon. Di Pandansari Dukuh Ngambal tadi malam, guyuran hujan abu lebat disertai batuan panas.

(nurqomar/sir)

jalan-berdebu-keludTeks Foto : Situasi arus lalin di Jl A Yani Kota Kediri lancar, jgn lupa pakai masker.