Wednesday, 21 November 2018

Korban Letusan Gunung Kelud Bertambah

Jumat, 14 Februari 2014 — 10:56 WIB
Ilustrasi mayat. (arif)

Ilustrasi mayat. (arif)

SURABAYA (Pos Kota)- Korban tewas letusan Gunung Kelud, Jumat (14/2) siang bertambah satu orang. Korban tewas terbaru atas nama Sanusi,70, warga Ngantang, Kabupaten Malang. Sanusi tewas tertimpa tembok saat berlindung dari badai hujan abu vulkanik semalam.

“Ada dua orang tewas. Mereka tertimpa reruntuhan saat berlindung dari guyuran abu vulkanik,” tegas Bagyo Setyono, Kabid Tanggap Darurat, BPBD Kabupaten Malang, Jumat (14/2).

Menurutnya, sejauh ini Tim SAR berbagai unsur dan TNI-Polri, terus menjangkau titik-titik desa terdampak badai abu vulkanik semalam. Tim SAR berupaya maksimal untuk membawa masyarakat ke lokasi pengungsian.

“Sudah 14 ribu pengungsi yang kami pindahkan ke zona aman. Sejauh ini, seluruh petugas masih menyisir dan mencari warga yang masih berada didalam rumah,” paparnya.

Bagyo menjelaskan, letusan Kelud saat ini, diluar prediksi. Titik aman di Posko Ngantang, sebenarnya berada di jarak 5-10 kilometer titik aman. Tapi faktanya, letusan Kelud membesar hingga ditas 10 kilometer

RUMAH SAKIT

Sebanyak tujuh pengungsi dilarikan ke RSUD Pare, Kediri, Jumat (14/2). Rata-rata mereka menderita inspeksi saluran pernafasan akut aluas ISPA karena banyaknya volume debu vulkanik yang mengguyur lokasi pengungsian.

Tujuh pasien itu datang dari tiga posko pengusian. Yakni posko pengungsian Puncu, Plosoklaten, serta posko Kepung. “Hingga pagi ini sudah ada tujuh pengungsi yang dirujuk ke sini,” kata Direktur RSUD Pare dr Hermawan Chrisdiono.

Hermawan menjelaskan, para pengungsi letusan Gunung Kelud itu rata-rata menderita ISPA. Mereka sulit bernafas karena guyuran hujan debu. Selain itu, ada juga pengungsi yang terjatuh karena jalanan tertutup debu hingga sekitar 30 sentimeter. “Saat ini kondisinya mulai membaik,” sambungnya.

Sementara itu hujan debu masih terjadi di kawasan Pare dan sekitarnya. Akibatnya, sepanjang jalan di kota tersebut seperti diselimuti kabut tebal. Debu-debu di depan rumah warga juga semakin tebal.

(nurqomar/sir)