Monday, 12 November 2018

Film Karya Sutradara Indonesia Disambut Hangat di Berlin

Senin, 17 Februari 2014 — 0:34 WIB
Sepatu Baru01

BERLIN – Sebuah film pendek Indonesia, bercerita tentang ritual unik menghentikan hujan mencuri perhatian dalam Festival Film Berlin 2014.

Sepatu Baru-330

Adegan film “Sepatu Baru” karya Aditya Ahmad, yang membawanya ke Jerman.

Aditya Ahmad, menjadi sutradara termuda yang lolos seleksi kategori Crystal Bears.

Rombongan murid sekolah dasar sejak pagi mengantri di Haus der Kulturen der Welt Berlin. Pagi itu, enam film pendek yang lolos seleksi Crystal Bears, Festival Film Berlin diputar, salah satunya dari Indonesia.

Aditya Ahmad dan Isfira Febiana

Sutradara Aditya Ahmad ( kiri) dan Isfira Febiana membawa karya Indonesia di Festival Film Berlin.

Gedung bioskop berkapasitas 1.040 kursi pagi itu penuh oleh sebagian besar anak yang tak bisa menahan antusiasme, bicara keras satu sama lain sambil tak henti bertepuk tangan.

Menurut liputan Deutsche Welle, keriuhan baru mereda ketika film mulai . diputar.

MENONJOL

film Indonesia Sepatu Baru, karya Aditya Ahmad, 25 tahun dari Makassar. Sebuah film pendek yang membawa nuansa lain.

Film yang merupakan tugas akhir sang sutradara di bangku kuliah ini secara mengejutkan digarap dengan sangat baik.

Bercerita tentang “perburuan” celana dalam oleh seorang anak perempuan. Berkeliling kampung kumuh di sela hujan, mencuri pakaian dalam untuk dilempar ke atap agar hujan berhenti, supaya ia bisa segera memakai sepatu barunya.

Dengan detail gambar yang indah dan kesederhanaan tema, film yang ditampilkan di bagian akhir ini mencuri perhatian penonton Jerman.

Dalam pemutaran premier, film ini paling banyak dihujani pertanyaan, dalam pemutaran kedua sejumlah pertanyaan polos meluncur dari anak-anak, misalnya: ”Apakah di Indonesia memang sering banjir?”.

“Di sekeliling saya memang masih banyak yang percaya bahwa melempar celana dalam bisa menghentikan hujan,” kata Aditya Ahmad atau Adit kepada Deutsche Welle. dms