Friday, 16 November 2018

Warga Klaten Gempar, Mayat Hancur Tercecer di Jalanan

Selasa, 18 Februari 2014 — 14:57 WIB
Foto- ilustrasi

Foto- ilustrasi

SEMARANG ( Pos Kota ) – Polres Klaten masih bekerja keras mengungkap identitas dan motif mayat yang tubuhnya ditemukan tercecer di jalan raya Solo – Yogyakarta . Warga dan pengguna jalan di Klaten, Selasa pagi(18/2) digemparkan penemuan mayat yang tubuhnya hancur tercecer di jalan raya Dusun/Desa Kuncen, Kecamatan ceper .

Menurut laporan polisi, mayat yang tubuhnya hancur tercecer di jalan raya itu diduga seorang nenek. Ceceran potongan tubuh hancur yang diduga seorang nenek itu ditemukan warga sekitar pukul pukul 05.30 WIB. Penemuan potongan tubuh manusia itu sempat menimbulkan spekulasi korban adalah korban mutilasi. Tetapi pihak Polres Klaten tidak akan berandai-andai sebelum memiliki data akurat .

Penemuan itu diawali saat warga sekitar curiga mencium bau anyir yang menyengat. Spontan warga bertambah gempar lantaran di aspal jalanan ditemukan mirip lembaran kulit manusia, kain jarit motif bunga dan ceceran darah di tepi jalan. Selain itu, serpihan tulang, kulit, rambut dan lainnya tersebar sampai jarak 30 meter.

Warga yang curiga melapor ke pos Lantas Ceper dan Delanggu. Polisi yang datang ke lokasi kejadian tak langsung bertindak. Tim identifikasi Polres Klaten didatangkan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara tak ditemukan selembar identitas pun. Tubuh juga sudah tidak dikenali sebab sudah hancur tak berbentuk.

Selain kain jarit, petugas menemukan stagen warna cokelat emas dan besi pen tulang yang diduga milik korban. Warga sekitar juga tak mengenali sama sekali. Anehnya, kepala dan organ dalam korban tidak ditemukan bekasnya. Diduga sudah hancur terbawa kendaraan berat yang melintas ke arah Solo.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Imam Zamroni melalui Kanit Laka Iptu Agung Basuni mengatakan siapa, apa dan bagaimana kejadian belum jelas. Sebab saat ditemukan tubuh korban sudah tidak berbentuk. “Saksi – saksi masih kami dalami,” katanya. Segala kemungkinan bisa saja terjadi tetapi polisi tidak akan berandai-andai sebelum memiliki data akurat.

(suatmadji/sir)