Sunday, 18 August 2019

Tangani Kasus Mandek

Jampidsus Beri Tenggat Waktu Dua Minggu

Kamis, 20 Februari 2014 — 18:12 WIB
Kejaksaan-Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono memberi tenggat waktu selama dua minggu, kepada tim jaksa untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi yang mandek di gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

“Jika tidak ditemukan cukup bukti, maka akan diterbitkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). Bila, sebaliknya, harus diteruskan ke pengadilan. Ini sudah kebijakan pimpinan Kejaksaan,” tegas Widyo Pramono di Kejagung, Kamis (20/2).

Namun begitu, dia enggan menyebutkan satu per-satu kasus yang tengah diinventarisir oleh tim jaksa gedung Bundar, Kejagung. “Saya tidak hafal satu-satu kasusnya. Yang pasti semua tengah ditelaah dan dipelajari.” Perintah menuntaskan kasus-kasus korupsi yang menunggak di gedung Bundar, sudah dikeluarkan oleh Jaksa Agung Basrief Arief, akhir tahun 2013. Dia minta kasus-kasus yang cukup bukti limpahkan ke pengadilan dan tidak cukup bukti dihentikan penyidikannya.

“Tidak ada alasan bagi para jaksa untuk menghindar, dengan alasan kasus terjadi bukan pada saat dia menjabat,” pinta Basrief.
Sejumlah kasus yang menunggak. Diantaranya kasus debitor Bank Mandiri, PT Arthbhama Texindo dan PT Trimustika Texindo, dengam tersangka Cornelis Andri Heruanto dan Hartanto Setiadi.

Kasus ini sudah dinyatakan lengkap sejak (P21), April 2006, tapi sampai kini tak urung diajukan ke meja hijau. Padahal, perkara pokok, dua petinggi Bank Mandiri, Fachrudin Yasin dan Roy Ahmad Ilham sudah dieksekusi pertengahan 2013 dan menjalani pidana lima tahun.

Lalu, kasus PT Lativi Media Karya, dengan tersangka Abdul Latief, Usman Ga’far dan Hashim Sumiana, PT Great River International (Sunyoto Tanudjaja).

Kasus PT BPUI, dengan tersangka mantan Komisaris utama BPUI Ali Wardhana dan pasal 55 (pihak yang diuntungkan), mulai Penta dan Festival Asia, kasus Balongan, kasus impor beras dari Vietnam dengan tersangkan mantan Direktur penyidikan Bea Cukai Sopyian Permana. (ahi/yo)