Friday, 21 September 2018

BPJS Targetkan 30 Juta Peserta Baru

Jumat, 21 Februari 2014 — 16:06 WIB
BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan.

BANDUNG (Pos Kota) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan optimis mampu menambah kepesertaan baru hingga 30 juta orang. Peserta baru yang diincar itu terdiri dari 20 juta tenaga kerja formal dan 10 juta tenaga kerja informal.

Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Junaedi mengakui, target 30 juta peserta baru itu terbilang agresif. “Penambahannya nanti akan dilakukan secara bertahap,” ujar Junaedi dalam acara workshop “Keberlangsungan BPJS Ketenagakerjaan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja” di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/2) malam.

Tahun ini,  pihaknya menargetkan bisa mendapatkan peserta sebanyak 5 juta tenaga kerja formal dan  1 juta tenaga kerja informal. Setelah itu, sebanyak 5 juta tenaga kerja formal dan 2 juta tenaga kerja informal di 2015. Tahun berikutnya 5 juta tenaga kerja formal dan 3 juta tenaga kerja informal.  Sisanya di tahun berikutnya.

BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, juga menyiapkan perluasan jaringan kantor, sebanyak 1.000 kantor pelayanan baru pada akhir tahun ini.  Selama ini, Jamsostek hanya beroperasi di 121 kantor cabang. Saat ini  BPJS Ketenagakerjaan memiliki 12,1 juta peserta dari kepesertaan Jamsostek sebelumnya. Padahal, potensinya dari tenaga kerja formal saja mencapai 23,6 juta dan tenaga kerja informal sebanyak 52,2 juta.

Junaidi mengatakan, pihaknya akan giat mendatangi semua perusahaan agar mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Dan kita akan tegas kepada perusahaan yang tidak mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Menurutnya, ada sejumlah tantangan dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.  Pertama, kanal distribusi masih belum cukup banyak tersedia menjangkau seluruh sebaran masyarakat pekerja Indonesia. “Kantor PT Jamsostek yang sekarang bertransformasi ke BPJS Ketenagakerjaan belum bisa dibangun di seluruh pelosok tanah air. Ke depan kita pelan-pelan membangun,” kata dia. (tri/yo)