Sunday, 18 November 2018

“Ballpoint” Mbah Dukun Minta Korban 10 Gadis

Sabtu, 22 Februari 2014 — 9:14 WIB
NID-22Feb

DI MANA mana yang namanya dukun itu cenderung cabul. Lihat saja kelakuan paranormal Ngadiono, 50, dari Surabaya ini. Awalnya 10 pelajar SMP itu diberi balpoin bertuah yang katanya bisa memudahkan menggarap soal. Namun akhirnya, justru “balpoin” Mbah Dukun sendiri yang bicara, bahkan ada yang hamil dibuatnya.

Mana kala kita belajar Bahasa Indonesia, pasti akan diperkenalkan dengan sejumlah kata majemuk, misalnya: gegap gempita, gagah perkasa, hitam legam, sehat wal afiat. Tapi di era gombalisasi ini, kata-kata majemuk tersebut sudah bertambah lagi, misalnya: paket hemat, kejar tayang dan ……. dukun cabul! Kok begitu? Iyalah, soalnya  di mana-mana dukun –kecuali dukun bayi– kalau nggak cabul sepertinya kurang afdol.

Contohnya Ngadiono, paranormal dari kampung Kejambon, Genteng, Surabaya ini. Ketika praktek kali pertama tahun 2001, dia masih lurus-lurus saja. Artinya, membantu menyelesaikan masalah orang, tanpa menimbulkan masalah; pokoknya seperti Kantor Pegadaian lah. Diberi honor berapa saja, tak pernah menolak, yang penting ikhlas.

Tetapi lama-lama, setelah pasien mulai banyak, di mana di antaranya banyak pula gadis yang mulus-mulus bebas dempul, sifat laki-lakinya yang asli mulai muncul. Apa lagi setan selalu membujuk, punya ilmu kok nggak dimanfaatkan secara optimal. “Kalau nggak dapat benggol (uang), ya harus untung di bonggol…..,” begitu setan mulai berprofokasi.

Kebetulan ada ponakan Ngadiono yang perempuan, duduk di bangku SMP. Dia berpromosi pada kawan-kawan sekelas bahwa pamannya punya keahlian membuat pelajar jadi pintar, hanya dengan jampi-jampi. Ternyata mereka banyak yang percaya. Lebih dari 10 teman-temannya berhasil jadi “klien” Ngadiono. Katanya, ketika menggarap EBTA, dengan balpoin yang sudah dijampi-jampi Mbah Dukun, akan dengan mudah mengerjakannya.

Mereka sangat percaya, rupanya. Berhasilkah? Tak diketahui jelas. Yang pasti, para murid SMP itu kemudian berkonsultasi juga masalah pribadi masing-masing, termasuk Ririn, 16. Belum lama ini dia nangis-nangis minta ditolong karena dihamili pacarnya, tapi malah ditinggal kabur. “Berapa usia kandunganmu?” begitu kata Mbah Ngadiono saat mau memberikan terapi.

Kata Ngadiono lebih lanjut, jika baru hamil 3 bulan seperti yang dialami Ririn ini, masih bisa disiasati. Dia ambil contoh, para WTS Dolly itu tak sampai hamil karena kencan dengan banyak lelaki. Itu artinya, jika Ririn ingin menghilangkan kandungannya, harus banyak kencan pula dengan para lelaki.  Lalu katanya, kalau Ririn mau, Mbah Dukun juga siap jadi lelaki pertama dari “banyak lelaki” tersebut.

Dalam kondisi panik, Ririn memang tak bisa berpikir secara jernih. Akhirnya dia mau saja disetubuhi Ngadiono  di tempat prakteknya berulangkali. Hilangkah kehamilan di perut gadis ABG tersebut? Justru makin membesar, karena namanya juga “disepuh”. Tentu saja keluarganya kemudian jadi tahu. Saat ditanya orangtuanya, langsung saja Ririn menyebut Mbah Ngadiono sebagai pelakunya.

Meski sekedar jadi “generasi penerus”, tak urung dukun cabul itu ditangkap polisi Polsek Genteng. Dalam pemeriksaan terungkap, korbannya bukan hanya Ririn, tapi ada 9 gadis lagi yang dicabuli dan digauli dukun Ngadiono. Semua kena “balpoin” Mbah Dukun setelah diberi balpoin yang katanya bertuah.

“Balpoin” Mbah Dukun pasti merk Tatung, tuh…….! (Gunarso TS)