Tuesday, 23 July 2019

Konvensi Demokrat, Dahlan Iskan Teratas

Senin, 24 Februari 2014 — 22:10 WIB
Dahlan Iskan Demokrat

JAKARTA (Pos Kota) – Konvensi Partai Demokrat di sepuluh kota masih terus bergulir.  Setelah 9 kota dari 10 kota perhelatan debat para peserta, hasil survei menunjukkan, nama Dahlan Iskan disebut-sebut masih menempati posisi teratas.

“Kalau dari segi survei, Dahlan Iskan masih unggul. Tapi, kalau dari segi jaringan internal parpol, Marzuki Alie saya kira dia kuat, sebab dia masih punya jaringan mengingat dulu dia Sekjen Partai Demokrat,” kata pakar politik dari Pol-track Instute Hanta Yuda AR, di MPR, Senin (24/2).

Namun, akan berbeda lagi kalau ukurannya adalah kedekatan personal peserta konvensi dengan keluarga Cikeas dan Partai Demokrat itu sendiri. Kalau kedekatan yang satu ini, maka Pramono Edhie akan mendapat kesempatan lebih besar.

“Kalau perhitungannya soal kedekatan dan kenyamanan, Pramono Edhie Wibowo akan unggul. Namun, kita juga mengingat, Pak SBY berjanji untuk memberikan kesempatan yang sama, tidak pilih kasih,” ujarnya.

Dari semua itu, lanjutnya, masih akan tetap ditentukan dari hasil akhir Pemilihan legislatif 9 April 2014. Kalau nantinya pencapresan dalam rangka pemilihan presiden masih mengacu dengan UU Pilpres yang memberi batasan president threshold 20%, kiranya peran Majelis TInggi Partai Demokrat akan tetap domonan.

“Agaknya Demokrat tidak bisa mencapai 20%, maka nanti akan tawar menawar dengan parpol lain, sehingga mereka yang menjadi pemenang konvensi belum otomatis bisa dicapreskan,” katanya.

Ia memberikan gambaran, misalnya yang menang konvensi Dahlan Iskan, dan  Demokrat berkoalisi dengan Golkar, tawar-menawar akan terjadi. Apabila partai beringin tidak ingin berpasangan dengan Dahlan, apa boleh buat, posisi Demokrat masih harus menghadapi kondisi seperti itu.

Akan halnya kalau hasil uji materi di Mahkamah Konstitusi memutuskan, nanti Pilpres tidak usah menggunakan angka besaran president threshold, maka tidak ada alasan bagi Demokrat menolak hasil konvensi. Pemenang konvensi yang dijadikan capres.

“Kondisinya memang masih sangat dinamis, kita harus menunggu tahap pertahap dari situasi politik yang ada,” ungkapnya. (winoto/d)