Sunday, 22 October 2017

Soal Larangan Ekspor Bahan Mentah Mineral

Indonesia Siap Hadapi Laporan Jepang ke WTO

Rabu, 26 Februari 2014 — 16:35 WIB
ms-Hidayat

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia siap menghadapi laporan pemerintah Jepang ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) terkait larangan ekspor bahan mentah mineral.  “Itu adalah hak pemerintah Jepang, tetapi kita siap menghadapinya,” tegas  Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, Rabu (26/2).

Hidayat mengungkapkan, laporan Jepang ke WTO terkait kebijakan pelarangan ekspor mineral pemerintah yang dinilai tidak lajim. Padahal, lanjutnya,  itu juga hak pemerintah Indonesia untuk melarang ekpor mineral mentah yang bertujuan melindungi bahan baku dan industri dalam negeri.

Dia menambahkan, larangan tersebut juga untuk menggiatkan industri pengolahan dalam negeri dan memberikan nilai tambah. “Jepang  sudah puluhan tahun  membeli dan menggunakan bahan baku mineral Indonesia dengan harga murah untuk industri dalam negerinya. Jadi  waktu kita (Indonesia) melarang ekspor bahan baku mineral mereka protes. Wajar itu,” ujarnya.

Menurut Menperin, Pemerintah Indonesia pada prisipnya ingin melakukan kerja sama dengan negara lain dalam pengembangan industri pengolahan (smelter), termasuk dengan Negeri Sakura itu. Pemerintah siap menjamin bahan baku industri Jepang, tetapi mereka harus merelokasikan industrinya ke Indonesia.

“Jika tidak bisa semua, ya sebagian. Hasil produknya buat ekspor ke Jepang dan negara lain termasuk untuk kebutuhan domestik,” jelas Hidayat yang sekali lagi menegaskan siap menghadapi WTO, mengingat kebijakan ini untuk meningkatkan industri pengolahan di dalam negeri.(tri/yo)

Teks foto: Istimewa